SuaraSoreang.id – Warga Soreang, Kabupaten Bandung meminta bukti kepada polisi untuk menindak "wartawan Uka-Uka" alias wartawan gadungan.
Warga Soreang mengaku resah atas adanya beberapa orang yang mengaku sebagai wartawan.
Kerasahan warga ini bukan tanpa dasar, "wartawa uka-uka" ini disebut-sebut kerap melakukan pemerasan.
Aksi pemerasan warga yang dilakukan "wartawan uka-uka" ini lantas membuat pihak kepolisian bereaksi.
Adanya "wartawan uka-uka" yang memeras, dikatakan warga pernah terjadi di Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.
Waka Polresta Bandung, AKBP Imron Ermawan saat gelaran Jumat Berkah bersama warga Sukajadi, berjanji akan menyikat para "wartawan uka-uka" yang telah meresahkan.
AKBP Imron Ermawan berjanji akan langsung menyelidiki tentang laporan dari keluhan warga tentang "wartawan uka-uka".
“Kalau ada yang suka memeras, kami akan selidiki,” ungkap Imron.
Dengan kejadian itu, dan upaya serius kepolisian, AKBP Imron Ermawan meminta warga tidak takut untuk melapor ke polsek dan polres terdekat.
Baca Juga: Resep Makanan: Telur Gulung, Kudapan Ringan Untuk Teman Nonton Film
“Segera laporkan, tidak perlu lagi takut,” kata Perwira menengah Polri itu menegaskan. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Jadwal Sholat untuk Daerah Soreang Kabupaten Bandung dan Sekitarnya, 10 Maret 2023
-
Mau Munggahan di Soreang Kabupaten Bandung? Cus ke 4 Rumah Makan Ini, Dijamin Moal Hanjakal
-
Bunga Edelweiss Rawa di Ranca Upas Digilas Komunitas Trail, Warga Lokal Ngamuk!
-
Jadwal Sholat Wilayah Soreang Kabupaten Bandung dan Sekitarnya, 3 Maret 2023
-
Pusing Weekend ini Mau Ngapain? Berikut Tempat Wisata di Soreang Bandung yang Bisa Kamu Kunjungi..
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026