SUARA SOREANG - Muhasabah merupakan suatu perbuatan hati, menilai perbuatan dan perilaku seseorang terhadap nafs (diri dalam), dan kemudian memperbaiki kesalahan, dan melanjutkan perbuatan baik.
Ketika seseorang mengevaluasi tindakan harian, mingguan, dan bulanan kita, kita harus mengidentifikasi dosa kita dan bertobat dengan tulus.
Dalam kajian ustadz Hanan Attaki, beliau mengajak bersama-sama untuk bermuhasabah diri menuju akhir dari bulan suci Ramadhan, ustadz Hanan Attaki menyenandungkan renungan i'tiraf dan menjelaskan mengenai arti dari setiap baitnya.
"Allah menyukai orang yang merendahkan diri dihadapannya, itulah alasannya kenapa Allah suka kepada orang yang bersujud. Semua ibadah yang dilakukan seperti sholat, sedekah dan puasa masih belum cukup untuk membuka pintu surga karena keterbatasan amal soleh dan kesalahan dalam amal-amal yang dikerjakan karena kebodohan," ujar ustadz Hanan Attaki, dilansir dari akun youtube ikhtiar langit pada Minggu (16/4/23).
Keterbatasan manusia dalam melakukan ibadah masih belum dirasa cukup untuk membuka pintu surga dengan kunci amal saleh. Maka dari itu, sebagai manusia tidak pantas menjadi penghuni surga, namun sebagai manusia juga tidak akan kuat menerima azab dari neraka jahim.
Rasulullah pernah bersabda, bahwa azab yang paling ringan di neraka adalah, dipakaikan sandal dari api yang dapat membakar kaki hingga kepala.
"Saya tidak pantas menjadi penghuni surga, namun saya tidak akan kuat dengan azab neraka jahim. Karena tidak ada satupun dari makhluk mu yang kuat menghadapi azab neraka. Jangankan satu tahun, jangankan satu bulan, jangankan satu hari, satu detik pun tidak akan sanggup. Rasulullah saw bersabda, azab yang paling ringan bagi penduduk neraka adalah, dipakaikan baginya sandal dari api yang membakar kakinya sampai mendidihkan kepalanya. Untuk orang yang paling ringan berbuat dosa," ujar ustadz Hanan Attaki, dilansir dari akun youtube ikhtiar langit pada Minggu (16/4/23).
Berusaha untuk memohon kepada Allah untuk mengampuni kita, dan bertekad kuat untuk menjauhi dosa itu di masa depan.
Mengidentifikasi akar penyebab dosa, dan merencanakan bagaimana untuk menghindari apa yang menyebabkan manusia jatuh ke dalam dosa tersebut. Demikian pula, sebagai manusia harus mengidentifikasi dimana kekurangan dalam memenuhi hak-hak Allah. (*)
Sumber: Youtube/Ikhtiar Langit
Baca Juga: Bruno Moreira Bakal Balik Lagi ke Persebaya Musim Depan, Bonek: Wellcome Back..
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter