SUARA SOREANG – Ramai beredar video yang menampilkan warga Indramayu yang sedang berjejer di jalanan untuk meminta uang THR kepada pemudik dengan membawa sapu lidi.
Disebut sebagai tradisi orang Indramayu atau orang Pantura dengan membawa sapu ijuk/lidi yang mereka rakit sendiri dan mengambil uang yang diberikan pengendara yang biasa pulang kampung ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Penyapu uang receh ini konon ada yang berjaga hingga 24 jam dan makin hari makin ekstrem. Jumlahnya pun semakin banyak seiring meningkatnya kendaraan yang lewat.
Melansir dari akun Instagram @viralkak, salah seorang warganet membagikan asal-usul tradisi yang bisa membahayakan ini. Dijelaskan bahwa mayoritas penyapu duit ini merupakan warga kalangan rendah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan, keterampilan dan lapangan pekerjaan.
Tradisi ini tetap bertahan, tidak terlepas dari kepercayaan tradisional yang dimiliki oleh masyarakat, sehingga melahirkan peluang ekonomi untuk mendapatkan penghasilan.
Dari video yang diposting Instagram @viralkak, beberapa kali terdengar suara klakson mobil atau motor kepada para penduduk yang mencoba mengambil uang yang jatuh ke tengah jalan.
Beberapa warganet mengkhawatirkan tradisi ini karena rentan kecelakaan dan bisa membahayakan pengendara atau penduduk tersebut.
Bahkan beberapa warganet menyarankan untuk menghilangkan budaya ini, agar tidak membahayakan nyawa orang lain.
“Budaya yang membahayakan nyawa sendiri, seandainya tidak ada yang memberi maka kebiasaan ini akan hilang dengan sendirinya,” komentar salah satu warganet.
Baca Juga: Ini Tradisi Unik Perayaan Idul Fitri di Sejumlah Negara
“Gini amat. Duit gak seberapa nekat ngorbanin nyawa, buset,” komentar salah satu warganet.(*)
Sumber: Instagram/viralkak
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Target Utama Jonatan Christie Tahun Ini: Juara Indonesia Open 2026!
-
Ivan Gunawan Temukan Brand Hijab Bernama Irwan Ginawan, Langsung Beri Komentar Kocak
-
Serba Salah Jadi Perempuan: Mau Hemat Dibilang Pelit, Mau Belanja Dibilang Boros
-
Zero Waste di Era Serba Instan: Idealisme Gen Z vs Realita di Lapangan
-
Polda Metro Hormati Putusan Praperadilan Andrie Yunus, Tegaskan Tak Hentikan Penyidikan Diam-diam
-
Menang 3-0 atas Myanmar, Pemain Persija: Timnas Indonesia U-19 Belum Sesuai Ekspektasi
-
Kisruh Akomodasi Peserta AFF U-19 2026, Pemkot Medan Bantah Pernah Janji Biayai
-
Kedaulatan Pangan atau Ketergantungan yang Dipelihara?
-
PDIP Sebut Persahabatan Prabowo dan Megawati Kokoh, Bukan Sekadar Pertemanan 'Nasi Goreng'
-
Serangan Siber Pentagon, Propaganda Pro-Iran Susup VIP Militer AS Lewat Instagram