/
Sabtu, 05 Agustus 2023 | 17:40 WIB
Ilustrasi. Pilot gambar kelami pria (Unsplash/ Kristopher Allison)

SUARA SOREANG – Seorang pilot Lufthansa membuat jalur penerbangan di langit berbentuk kelamin pria pada pekan lalu setelah diarahkan dari bandara Catania di Sisilia.

Jalur yang membentang sekitar 24 kilometer tersebut di lihat oleh penggemar penerbangan yang mengeceknya melalui FlightRadar24.

Dilansir dari akun Twitter Sosmed Keras, terlihat sebuah gambar menyerupai kelamin pria di langit.

“Niat parah. Pilot bercandanya serem yah,” ungkap akun Twitter @sosmedkeras, Jumat (04/08/2023).

Sebelumnya, pesawat itu berangkat dari Frankfurt, Jerman pada pukul 1.45 siang tanggal 28 Juli dan dilaporkan mencoba mendarat di Catania dua kali sebelum jalurnya dialihkan.

Selama sekitar 16 menit lebih, pesawat tersebut berputar di langit di lepas pantai timur Sisilia, membentuk pola yang menyerupai kelamin pria, sebelum kembali ke jalur penerbangan semula dan melanjutkan ke Malta.

Gambar jalur penerbangan pesawat Lufthansa berbentuk kelamin pria yang terlihat di langit dekat Catania (sumber: Twitter @sosmedkeras)

Media lokal Italia menyatakan bahwa pilot tersebut kesal sehingga menggambar jalur penerbangan berbentuk kelamin pria sebagai protes atas pengalihan jalur.

Namun pihak Lufthansa telah mengklaim bahwa itu tidak disengaja. Menurut mereka, bentuk tersebut tidak disengaja setelah penerbangan LH306 berbelok dari pulau tersebut.

Perusahaan yang mengelola bandara, SAC, juga telah menerima kritik karena respons lambat dan kurangnya komunikasi dengan maskapai.

Baca Juga: Sumsel Kecewa Berat Dicoret Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Tiga Tahun Bersiap Sia-Sia

Mereka menyatakan bahwa ada perubahan angin yang membuat pesawat harus melakukan pengalihan tersebut.

"Pesawat lain juga mencoba mendarat pertama kali tetapi gagal, sehingga mereka harus berputar dan kemudian berhasil mendarat," kata SAC kepada surat kabar Italia, La Repubblica.

“Adanya perubahan angin membuat pendaratan aman di Catania menjadi tidak mungkin. Oleh karena itu, pilot harus tetap dalam posisi menunggu sebelum mencoba mendarat lagi,” ucap pihak Lufthansa kepada surat kabar Corriere della Sera, dilansir dari Euronews. (*)

Editor: Caca

Load More