SUARA SOREANG - Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengakui bahwa kondisi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung masih jauh dari ideal.
Disebutkan Dadang, Disdamkar Kabupaten Bandung saat ini mengalami kekurangan personel, pos, dan unit kendaraan.
Dalam keterangannya, Dadang mengungkapkan bahwa dalam anggaran murni tahun 2024, telah diajukan usulan untuk menambah tiga pos pemadam kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau, lengkap dengan peralatan pendukungnya.
"Kemarin kami sudah mengusulkan di anggaran murni 2024, untuk menambah tiga pos, terutama di wilayah yang jauh jangkauan berikut armadanya," ujar Dadang dikutip dari Instagram @infotidayehkolot, Kamis (10/8/2023)
Tujuan dari penambahan pos ini adalah untuk memastikan keberadaan pos pemadam kebakaran yang lebih dekat dengan lokasi kejadian, sehingga bila terjadi kebakaran, tim pemadam kebakaran dapat merespon dengan cepat dan efektif.
Dadang juga menekankan pentingnya meminimalisir situasi di mana tim pemadam kebakaran datang dengan peralatan lengkap, tetapi objek yang terbakar sudah tidak dapat diselamatkan.
"Jangan sampai damkar datang dengan membawa peralatan, tapi (yang kebakaran) sudah habis," sambung ia.
Oleh karena itu, menurut Dadang pembangunan pos pemadam kebakaran yang lebih strategis menjadi fokus utama.
Dalam langkah menuju peningkatan sistem pemadam kebakaran, Dadang mengungkapkan bahwa pihaknya sedang merancang model pos pemadam kebakaran yang permanen dan sesuai dengan standar operasional dan aturan yang berlaku.
Baca Juga: Sederet Kontroversi Miss Universe Indonesia 2023, Coreng Mahkota Shimmering Hope
Meskipun pembangunan pos pemadam kebakaran memerlukan biaya yang cukup besar, Dadang berkomitmen untuk terus bertahap meningkatkan infrastruktur ini.
Dengan harapan ke depan, setiap kecamatan akan memiliki satu pos pemadam kebakaran yang lengkap dengan fasilitasnya.
"Secara bertahap kita akan terus menambah. Sebab anggarannya memang cukup mahal. Kemarin tiga lokasi itu hampir Rp 12 miliar," ungkap Dadang.
Namun, Dadang juga memahami bahwa anggaran yang diperlukan untuk hal ini cukup besar, sehingga peningkatan ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran. (*)
Berita Terkait
-
Konsorsium Jepang Jadi Pengelola TPPAS Legok Nangka, Ridwan Kamil Bantah Cawe-cawe: Diurus Tim Profesional
-
Breaking News! Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Pemulung di Gundukan Sampah TPA Sarimukti
-
Breaking News! Ciri-ciri Penikam Ibu Muda di Bandung Diungkap Saksi Mata: Rambut Gondrong Pakai Hoodie Hitam
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Teka-teki Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor Terbongkar, 4 Oknum PNS Diserahkan ke APH
-
Daftar Harga Mesin Cuci LG Front Loading 8 Kg Terbaru, Mulai dari Rp4 Jutaan
-
4 Fakta Menarik Nominasi Baeksang Arts Awards 2026, Drama You and Everything Else Paling Disorot
-
Serangan Mencekam! Bus Berekum Chelsea Dihujani Tembakan, Frimpong Meregang Nyawa
-
Apes! Begal Bercelurit di Karawang Babak Belur Dihajar Massa Usai Gagal 'Stut' Motor Korban
-
Bandar Lampung Dipilih Jadi Barometer Nasional Perang Melawan TBC
-
Munif Taufik Dijuluki Justice Collaborator Kasus FH UI, Apa Ancaman Hukumannya?
-
Siap-siap! Mei 2026 Jadi Awal Kemarau Panjang di Sebagian Besar Jawa Barat
-
Halal Bihalal HIKAM Sumatra, Kyai Idris Djamal: Jalan Keselamatan Lewat Ibadah & Cinta Kepada Ulama
-
Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek