Suara.com - Pebalap Ducati, Jorge Lorenzo, memuji nyali juara bertahan MotoGP, Marc Marquez. Menurutnya, kompatriotnya dari Spanyol itu tidak pernah takut untuk selalu gaspol motor.
"Marquez adalah orang yang spesial. Berbeda dengan pebalap lain. Dia selalu gaspol. Begitulah cara dia berkendara, sikap dan jalan hidupnya," kata Lorenzo, kepada Crash, dikutip dari Speedweek, Sabtu (13/1/2018).
"Dia berkendara sangat-sangat agresif, tidak takut jatuh. Belakangan ini dia belum cedera berat, jadi kepercayaan dirinya tidak dalam bahaya," Lorenzo melanjutkan.
Tercatat, Marquez 27 kali terjatuh dalam 18 balapan MotoGP 2017 lalu. Meski sering terjatuh, namun itu tidak menyiutkan nyali Marquez dan berhasil mempertahankan titel juara dunia MotoGP-nya.
Lorenzo sendiri yakin pebalap utama Repsol Honda itu telah memiliki perhitungan untuk meminimalisir risiko cedera berat jika terjatuh.
"Marc menganalisis situasi setiap sebelum sesi latihan. Dia mempelajari di area mana dia bisa mendorong lebih untuk meminimalisir risiko cedera. Kemudian, dia tahu di area mana dia bisa lebih gaspol, tapi tanpa risiko cedera berat dan terluka serius," tutur Lorenzo.
"Jadi, dia mencoba untuk melebar lebih banyak dan lebih banyak di tikungan yang cukup aman. Karena itulah dia tidak melukai dirinya sendiri," juara dunia lima kali ini menambahkan.
Lorenzo melanjutkan, ada plus dan minus dari gaya balap The Baby Alien, julukan Marquez, tersebut.
"Menurut saya, selalu lebih baik jika tidak terjungkal. Tapi, tanpa itu sulit untuk mengetahui batasannya. Jadi, ada kelebihan dan kekurangan dari kedua pendekatan itu," pungkas Lorenzo.
Baca Juga: Pakistan Rilis Sketsa Wajah Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik
Berita Terkait
-
Rincian Biaya Full Tank 7 Skutik Honda di Kala Pertamax Meroket, Paling Murah Rp60 Ribuan
-
Keamanan Konsumen Terancam Honda Tarik Satu Juta Unit Kendaraan Karena Masalah Serius
-
Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali
-
4 Alasan Kuat Menunggu Vario 160 Teranyar 2026, Bedah Spesifikasi Mesin eSP+ dan Prediksi Desainnya
-
Belajar dari Kasus Recall Honda: Bagaimana Karat Subframe Menghancurkan Geometri Kaki-kaki Mobil?
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah, Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship 2026
-
Akhiri Dominasi ONIC, BTR Berhasil Juarai MPL Indonesia Season 17
-
Alwi Farhan Merasa Lega Berhasil Juara Australian Open 2026
-
Akui Keunggulan Ganda China, Sabar/Reza Harus Puas Finis Runner-up Australian Open 2026
-
Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Drama Comeback dan Tangis Tuan Rumah Warnai Semifinal Campus League The Nationals 2026
-
Singkirkan Justin Hoh, Ubed Penuhi Target Lolos ke Semifinal Australian Open 2026