Suara.com - Dalam pergelaran F1 GP Kanada dua pekan lalu (10/06/2018) hal membanggakan sekaligus mengenaskan terjadi atas Fernando Alonso (McLaren) di sirkuit Gilles Villeneuve.
Pertama adalah suksesnya menjadi anggota "Club 300". Istilah bagi driver Formula 1 (F1) yang telah mengikuti Grand Prix (GP) minimal 300 kali. Dan Nando, demikian nickname Alonso, sudah berpartisipasi sebanyak 300 kali, tepat di F1 GP Kanada itu. Satu reputasi yang cuma dikalahkan oleh mantan driver F1 Rubens Barrichello (322), Jenson Button (306), dan Michael Schumacher (306).
Tetapi, oh lala …. Masuk di “kelompok elit” F1 ini bukan berarti ia juga sukses di balapan hari itu. Nando malahan terkena DNF alias tidak bisa ikut balapan sampai finish.
Sedih dan kecewa, sudah jelas terjadi. Beberapa media menyebutkan bahwa lelaki kelahiran Oviedo, Asturias, Spanyol ini patah hati.
Sekaligus tidak mau ditanya apa-apa lagi kecuali persiapannya di pekan selanjutnya, Balap Ketahanan 24 Jam Le Mans bersama tim Toyota Gazoo Racing dalam seri World Endurance Championship (WEC).
Dan ia menepati janjinya. Pekan lalu (17/06/2018), lelaki berusia 36 tahun ini sukses merebut tempat tertinggi di kejuaraan ketahanan bermobil yang berlangsung di Perancis itu, bersama dua rekan setimnya, Sebastien Buemi dan Kazuki Nakajima menggunakan Toyota TS050 Hybrid.
Dengan kesuksesan tadi, jalan Nando menuju perebutan gelar Triple Crown of Motorsport semakin terbuka lebar. Anugerah ini adalah semacam puncak pencapaian atau raja para jawara motorsport roda empat yang berhasil memenangi tiga cabang olahraga motorsport sekaligus, yaitu di Indianapolis 500, Balap Ketahanan 24 Jam Le Mans, dan F1 GP Monako.
Sebagai catatan, satu-satunya raja peraih prestasi Triple Crown of Motorsport sampai detik ini hanyalah Graham Hill, ayahanda driver F1 Damon Hill, yang mengantongi gelar itu lewat kemenangan di Indianapolis 500 (1966), Balap Ketahanan 24 Jam Le Mans (1972), F1 GP Monako (1963-1965, 1968-1969), dan juara dunia F1 (1962, 1968).
Sementara Nando sendiri sudah mengantongi dua kali juara dunia F1 (2005, 2008), sekali di WEC (2018) yang baru saja dimenanginya tadi, dan dua kali merebut gelar teratas di F1 GP Monako (2006, 2007).
Baca Juga: Habis Mudik, Segera Periksa Beberapa Komponen Motor Ini
Untuk bisa mensejajarkan diri dengan mendiang Graham Hill, ia mesti memenangi lagi WEC serta Indianapolis 500. Di balap single seater yang disebut terakhir ini, sudah ia ikuti pada 2017 bersama tim McLaren. Sayangnya belum sempat menorehkan reputasi terbaik.
Kompetitor terdekatnya dalam meraih Triple Crown of Motorsport adalah Juan Pablo Montoya, mantan driver F1 yang berhasil memenangi Indianapolis 500 dua kali (2000, 2015), serta Balap Ketahanan 24 Jam Daytona tiga kali.
Bila Nando bisa terus mempertahankan prestasinya di WEC, bukannya tidak mungkin mengubah posisinya sebagai “Pangeran” di perebutan Triple Crown of Motorsport menjadi "The King", alias Sang Raja. Setara dengan Graham Hill almarhum.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Singkirkan Wakil China, Hira/Jani Cetak Sejarah di Thailand Open 2026
-
Pencapaian Baru, Hira/Jani Tembus Perempat Final Thailand Open 2026
-
Isyana/Rinjani Cetak Sejarah! Pertama Kali ke 8 Besar Turnamen BWF Super 500
-
Lokal IBL Diminta Manfaatkan Offseason, Kejar Kesenjangan Jam Terbang dengan Pemain Asing
-
Sempat 'Kagok' Usai Rujuk, Leo/Daniel Hajar Wakil China di 16 Besar Thailand Open 2026
-
Sah! Legenda Balap Nasional Ananda Mikola Resmi Pimpin MGPA
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Melaju ke Semifinal Liga Champions Voli Putra Asia 2026
-
Mohammad Zaki Ubaidillah Lolos ke Babak Kedua Thailand Open 2026
-
Dikalahkan Shi Yu Qi, Anthony Ginting Tersingkir di Babak 32 Besar Thailand Open 2026
-
Bagas/Putra Tersingkir di Babak Pertama Thailand Open 2026, Akui Banyak Pelajaran Berharga