Sport / Raket
Sabtu, 07 Juli 2018 | 17:00 WIB
Pasangan ganda putra Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko, melaju ke final Indonesia Open 2018 usai mengalahkan Liao Min Chun/Su Ching Heng (Taiwan) di semifinal di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/7). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Pasangan ganda putra Jepang, Takuto Inoue/Yuki Kaneko menyebut jika bisa memilih lawan, pasangan Indonesia akan menjadi calon pertama yang mereka hindari di babak final Indonesia Open 2018.

Seperti diketahui, ganda putra unggulan ketujuh ini berhasil mengunci satu tiket final usai mengalahkan wakil Taiwan, Liao Min Chun/Su Ching Heng dua game langsung, 21-13 dan 21-11, dalam babak semifinal di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

Di babak final nanti, Inoue/Kaneko akan menghadapi pemenang antara sesama ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang akan saling bertemu.

Baca Juga: Akane Yamaguchi Iri dengan Animo Bulutangkis Indonesia

"Kalau bisa memilih sih, kami tidak mau bertemu wakil Indonesia," canda Inoue.

"Tapi yang manapun lawannya (antara Kevin/Marcus atau Fajar/Rian), sebenarnya punya kemampuan yang luar biasa. Tapi secara pribadi saya ingin bertemu dengan Kevin/Marcus," tutur Inoe kepada wartawan.

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menyumbang poin bagi Indonesia usai menang atas ganda putra Cina, Liu Cheng/Zhang Nan, 12-21, 21-17 dan 21-15 di semifinal Piala Thomas 2018, Jumat (25/5). [Humas PBSI]

Menurut Inoue, Kevin/Marcus merupakan pasangan ganda putra dengan kualitas terbaik yang ada saat ini. Karena itu dirinya dan Kaneko termotivasi untuk bisa mengalahkan keduanya.

"Di Jepang Open 2017 kami kalah oleh The Minions—julukan Kevin/Marcus. Ini jadi ujian bagi kami untuk bisa mengalahkan Kevin/Marcus di kandang mereka sendiri," tutur Inoue.

Senada dengan Inoue, Kaneko mengaku hanya ingin berkonsentrasi mempersiapkan laga final besok. Menurutnya, siapa pun lawan yang akan dihadapi, penonton pasti tetap mendukung pihak lawan.

"Mau lawan siapapun, kami tetap saja main di Indonesia, di rumah lawan. Jadi ini tak terlalu berpengaruh. Intinya di pertandingan besok saya tak mau tertekan oleh penonton," ujar Kaneko.

Baca Juga: Pebulutangkis Ini Optimis Rusia Libas Kroasia di Piala Dunia 2018

Babak final Indonesia Open 2018 akan berlangsung, Minggu (8/7/2018), di Istora Senayan, Jakarta. Turnamen level BWF World Tour Super 1000 ini memperebutkan hadiah fantastis sebesar 1,25 juta dolar AS atau sekitar Rp 17 miliar.

Load More