- Tim bulu tangkis China menjuarai Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, setelah mengalahkan Prancis di babak final.
- Kemenangan tersebut memberikan gelar ke-12 bagi China sekaligus menghentikan kiprah impresif Prancis dalam turnamen bulu tangkis ini.
- Dominasi tim Eropa dalam ajang ini menjadi sinyal peringatan serius bagi Indonesia untuk segera melakukan pembenahan kualitas.
Suara.com - Tim bulu tangkis China menjuarai Piala Thomas 2026 setelah mengalahkan Prancis di partai final yang berlangsung di Horsens, Denmark, Senin dini hari WIB.
Kemenangan ini memastikan gelar ke-12 bagi China sekaligus mengakhiri kiprah impresif Prancis sebagai kuda hitam turnamen.
Taktik Tiga Tunggal Tak Mampu Tembus China
Prancis sebelumnya mencuri perhatian lewat strategi menumpuk kekuatan di sektor tunggal. Namun, taktik tersebut tak mampu membendung kedalaman skuad China.
Pada partai pertama, Christo Popov kalah dari Shi Yu Qi dalam tiga gim 16-21, 21-16, 17-21.
Prancis sempat menyamakan kedudukan melalui Alex Lanier yang menang telak atas Li Shi Feng 21-13, 21-10.
Namun, momentum berbalik setelah Toma Junior Popov kalah dramatis dari Weng Hong Yang dalam laga tiga gim 20-22, 22-20, 19-21.
China kemudian memastikan kemenangan lewat ganda putra He Ji Ting/Ren Xiang Yu yang mengalahkan Eloi Adam/Léo Rossi 21-13, 21-16.
Polemik Regulasi Warnai Perjalanan Prancis
Baca Juga: Fajar Alfian Minta Maaf, Janji Tim Thomas Indonesia Bangkit Lebih Kuat
Perjalanan Prancis menuju final tak lepas dari kontroversi. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sempat memberi klarifikasi terkait perubahan pemain dari Lucas Renoir menjadi Christo Popov.
Meski dinyatakan sah, keputusan tersebut memicu perdebatan, terutama dari warganet Indonesia yang menyoroti penggunaan tiga tunggal di awal laga.
Di sisi lain, sebagian pihak menilai Prancis hanya memaksimalkan regulasi yang ada.
Alarm untuk Indonesia
Keberhasilan Prancis menembus final menjadi sinyal perubahan peta kekuatan bulu tangkis dunia.
Tim Eropa kini tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi mampu menantang dominasi tradisional Asia.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi alarm serius. Sebagai pemilik 14 gelar Piala Thomas, langkah yang terhenti lebih awal menunjukkan perlunya pembenahan.
Persaingan global yang semakin merata menuntut peningkatan kualitas agar tidak tertinggal di masa depan.
[Antara]
Berita Terkait
-
Geger! Hacker 15 Tahun Bobol Basis Data Nasional, Pemerintah Prancis Kelimpungan
-
4 Drama China yang Bakal Tayang di Bulan Mei, Mana yang Kalian Tunggu?
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Pasar Mobil Bekas Turut Merasakan Dampak Kehadiran Mobil Listrik China
-
China Soroti Arogansi AS di Selat Hormuz, Beijing Minta Washington Akhiri Konflik
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Resmi Dijual, Indonesia Sambut Ajang Balap Kelas Dunia Kelima Kalinya
-
Mandalika Kembali Jadi Panggung MotoGP 2026, Indonesia Incar Efek Besar Pariwisata
-
Alex Marquez Berpeluang Comeback di MotoGP Ceko 2026, Tunggu Hasil Pemeriksaan Medis
-
Bos Mercedes Enggan Hadapi Lewis Hamilton dalam Perebutan Gelar Juara Dunia
-
Insiden Terpeleset di Sydney Berbuntut Panjang, Tim Fisio Ungkap Kondisi Anthony Ginting
-
Klasemen Moto3 Junior 2026: Kiandra Ramadhipa Tempel Puncak usai Menang di Estoril
-
Daftar 12 Wakil Indonesia di Macau Open 2026, Ubed dan Anthony Ginting Absen
-
Kondisi Kesehatan, PBSI Tarik Anthony Ginting dan Ubed dari Macau Open 2026
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
NOC Indonesia Umumkan CdM Indonesia untuk Asian Games 2026