Sangat penting bahwa pebalap F1 harus memiliki sistem kardiovaskular yang sangat efisien sehingga mereka tidak "kehabisan bensin" di titik tertentu dalam sebuah Grand Prix alias balapan.
Seperti diketahui, di FI musim 2018 saja terdapat 21 seri balapan yang dimulai pada GP Australia pada 25 Maret hingga yang terakhir GP Abu Dhabi pada 25 November.
Artinya, selama hampir delapan bulan, Hamilton dan para pebalap lainnya harus berkeliling dunia dengan mencicipi iklim, suasana, budaya dan mungkin makanan yang berbeda-beda.
Tanpa melakukan latihan dengan intensitas tinggi, mereka tentu tak akan sanggup mengatasi tuntutan fisik yang berubah-ubah di tiap seri balapan.
5. Stabilitas dan kekuatan
Memiliki postur tubuh yang baik jelas sangat penting untuk mengendarai mobil F1. G-Force atau daya tekan ke bawah yang cukup tinggi membuat tubuh para pebalap F1 harus cukup kuat untuk mengatasinya. Memiliki kekuatan tubuh dan stabilitas yang baik juga akan mencegah pebalap mengalami cedera.
6. Kekuatan leher
Leher adalah salah satu bagian tubuh paling penting dari seorang pebalap F1. Dengan kecepatan mobil yang bisa menyentuh 300 km/jam, seorang pebalap harus bisa mengatasi tekanan yang menerpa tubuhnya, khususnya saat melakukan akselerasi di tikungan.
Jika leher seorang pebalap tidak cukup kuat, maka posisi kepala tidak akan berada di posisi yang tepat. Hal itu jelas akan mengurangi fokus berkendara.
7. Reaksi
Seorang pembalap F1 harus memiliki sistem saraf yang sangat peka sehingga dapat bereaksi dengan cepat terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitar mereka saat balapan berlangsung.
Tidak hanya harus menyadari posisi mobil pembalap lain, mereka juga harus berhati-hati terhadap hal-hal yang sering terjadi, puing-puing di jalur dan bendera peringatan.
8. Fokus
Seorang pebalap F1 harus punya daya fokus yang tinggi. Selain mengendarai jet darat yang kecepatannya bisa mencapai 300 km/jam, setir F1 juga tak seperti setir mobil biasa.
Terdapat sekitar 35 tombol di setir super canggih mobil F1 yang mengatur nyaris semua hal, mulai dari batas kecepatan saat masuk pit, tombol radio komunikasi dengan tim di pit, penyetelan differential, DRS, dan sebagainya.
Karenanya, jika seorang pebalap kehilangan fokus di tengah race, bukan tak mungkin penyalahgunaan tombol bisa berakibat fatal bagi mereka.
9. Profesional
Menjadi pebalap profesional bukan hanya mampu memberikan rasa hormat kepada rekan satu tim. Rasa hormat pada rival juga penting untuk menunjang kesuksesan.
Profesionalisme di F1 berlaku di dalam dan di luar sirkuit. Misalnya, ketika seorang pebalap mampu berbicara dengan tingkat pengetahuan dan pemahaman yang sama dengan para teknisi, hal itu menunjukkan sikap profesionalisme yang komplet dan tentunya bisa membantu para teknisi bereaksi lebih cepat terhadap apa yang dibutuhkan oleh seorang pebalap.
Pengemudi juga harus dapat berkomunikasi secara komunikatif kepada media dan sponsor yang merupakan bagian penting dari ekosistem motorsport seperti F1.
10. Pemulihan
Mengendarai jet darat seberat 702 kg tentu saja akan menguras stamina dan pikiran. Karena itu pemulihan yang tepat menjadi kunci untuk kembali tampil maksimal di balapan-balapan selanjutnya.
"Ini adalah kunci untuk mendapatkan kinerja yang optimal. Sama seperti sesi latihan sebelum berlaga, pemulihan juga penting setelah mengikuti balapan yang panjang dan melelahkan," kata Simon Reynolds
"Ini dilakukan agar tubuh dan pikiran punya waktu untuk memperbaiki diri, sebelum kembali lebih bugar dan kuat."
Berita Terkait
-
Bos Mercedes Enggan Hadapi Lewis Hamilton dalam Perebutan Gelar Juara Dunia
-
Lewis Hamilton Podium ke-106 Bersama Ferrari, Rekornya Makin Tak Tersentuh!
-
Meriah! IHR Piala Paku Alam 2026 Hadirkan Balapan Kuda hingga Konser Inul Daratista
-
Kisah Haru Bocah Miskin Asal Kamboja, Juara Balap Sepeda Gunung Tanpa Alas Kaki
-
Klasemen Moto3 Usai MotoGP Italia, Veda Ega Pratama Bikin Rival di Top 4 Ketar-ketir
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia