Suara.com - Pundi medali emas kontingen Indonesia kembali terisi. Hingga Rabu (29/8/2018) pukul 16:00 WIB, tiga medali emas kembali dipersembahkan cabang pencak silat di Asian Games 2018.
Tiga medali emas tersebut diraih dari nomor seni; tunggal putra, ganda putri dan beregu putri.
Sugianto yang turun di nomor seni tunggal putra menyabet medali emas setelah meraih poin tertinggi pada laga di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (29/8/2018) pagi WIB.
Sugianto meraih poin tertinggi, yakni 471. Ia mengalahkan pesilat Thailand Ilyas Sadara (460 poin) yang meraih medali perak, serta pesilat Filipina Almohaidis Abad (455 poin) yang meraih perunggu.
Berikutnya, giliran Duet Ni Made Dwiyanti dan Ayu Sidan Wilantari menambah koleksi medali emas Indonesia. Turun di nomor seni ganda putri, keduanya meraih poin tertinggi 574.
Trio Pramudita Yuristya-Gina Tri Lestari-Luthi Nurhasanah juga tak mau ketinggalan menyumbang medali. Turun di nomor beregu putri, ketiga pesilat itu meraih nilai tertinggi 466 dan berhak atas medali emas.
Dengan tambahan tiga medali emas ini, total, cabang pencak silat sudah menyumbang 11 medali emas. Sumbangan dari cabang yang baru dipertandingkan di Asian Games kali ini membuat posisi Indonesia semakin mantap di posisi empat klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2018.
Total, saat ini Indonesia sudah mengantongi 82 medali. Dengan rincian 27 medali emas, 16 perak dan 16 perunggu.
Berikut klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2018, Rabu (29/8/2018), pukul 16:00 WIB.
Baca Juga: Megawati - Prabowo Bersamuh di Arena Duel Pendekar se-Asia
Berita Terkait
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat
-
Pesilat Indonesia Kompak Dukung Misi Prabowo: Pencak Silat Wajib Tembus Olimpiade!
-
Dari Bela Diri ke Jati Diri, Prabowo Subianto Soroti Makna Pencak Silat bagi Bangsa
-
Prabowo Subianto Tegaskan Bangsa Besar Harus Bangga Budayanya Jangan Minder
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
NOC Indonesia Umumkan CdM Indonesia untuk Asian Games 2026
-
Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah, Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship 2026
-
Akhiri Dominasi ONIC, BTR Berhasil Juarai MPL Indonesia Season 17
-
Alwi Farhan Merasa Lega Berhasil Juara Australian Open 2026
-
Akui Keunggulan Ganda China, Sabar/Reza Harus Puas Finis Runner-up Australian Open 2026
-
Perkuat Jejaring Pengusaha Muda, HIPMI Kota Bekasi Gelar Padelora Fest 2026
-
Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan