1. Pebalap Ferrari Pertama dari Monako
Leclerc merupakan satu dari tiga pebalap kelahiran Monako yang mengikuti ajang F1. Louis Chiron menjadi pebalap pertama Monako yang terjun di arena jet darat ini.
Chiron yang wafat 22 Juni 1979 pada usia 1979, tercatat enam musim tampil di F1 (1950, 1951, 1953, 1955, 1956, dan 1958).
Prestasi terbaik Chiron di kancah F1 yakni finis ketiga pada balapan di rumahnya sendiri, Grand Prix (GP) Monako tahun 1950.
Baca Juga: Welcome Home ke Rumah Lama, Kimi Raikkonen !
Chiron yang kala itu memperkuat tim Officine Alfieri Maserati, finis di belakang Juan Manuel Fangio (Argentina/Alfa Romeo) dan Alberti Ascari (Italia/Ferrari).
Pada tahun 1994, Olivier Berreta mencoba mengikuti jejak Louis Chiron di kancah F1. Namun, dia hanya semusim tampil di ajang ini.
Itupun, Berreta yang memperkuat tim Tourtel Larrousse, tidak tampil semusim penuh. Dia hanya ikut sembilan kali start dari 10 seri yang diikutinya.
Sementara, Leclerc menjadi pebalap Monako pertama yang memperkuat Ferrari. Tentu ini jadi sejarah tersendiri bagi Monako dan Ferrari.
2. Pebalap Termuda Ferrari Sejak 1961
Saat tampil di balapan F1 GP Australia tahun depan, Leclerc akan menjadi pebalap termuda yang memperkuat Ferrari sejak terakhir dilakukan Ricardo Rodriguez.
Rodriguez masih menjadi pebalap termuda yang memperkuat Ferrari. Sejarah itu diukir pebalap asal Meksiko ini saat turun di balapan F1 GP Italia tahun 1961, di usia 19 tahun 208 hari.
Baca Juga: Tersingkir dari Jepang Open, Pelatih Akui Performa Jojo Menurun
Rekor itu tidak mampu dipecahkan Leclerc yang akan berusia 21 tahun saat mengemudikan mobil Ferrari pada balapan GP Australia 2019 mendatang.
Meski belum mampu memecahkan rekor Rodriguez, namun bagi Leclerc bisa memperkuat tim sebesar Ferrari sudah menjadi kebanggaan tersendiri.
3. Melanggar Tradisi Sejak Gilles Villeneuve
Keputusan Ferrari menggaet Leclerc tak ubahnya 'melanggar' tradisi. Biasanya, tim berlambang kuda jingkrak ini hanya menggaet pebalap yang punya segudang pengalaman dan gelar.
Sebastian Vettel misalnya, digaet Ferrari pada tahun 2015 berkat prestasinya yang menorehkan empat gelar juara dunia bersama Red Bull Racing (2010-2013).
Begitu pula dengan Kimi Raikkonen. Ferrari merekrut pebalap Finlandia ini pada tahun 2007 setelah menorehkan sembilan kemenangan bersama McLaren.
Baca Juga: The Minions Menang, 5 Ganda Putra Indonesia ke Babak Kedua
Leclerc sendiri merupakan rookie pada F1 tahun ini. Dari 14 seri yang telah berlangsung tahun ini, Leclerc belum sekalipun naik podium.
Prestasi terbaiknya hanyalah finis keenam pada F1 GP Azerbaijan di Sirkuit Baku, 29 April lalu.
Leclerc pun menjadi pebalap minim gelar yang direkrut Ferrari sejak Gilles Villeneuve, yang meninggal akibat kecelakaan saat sesi kualifikasi F1 GP Belgia di Sirkuit Zolder, 8 Mei 1982.
Ayah dari Jacques Villeneuve—juara dunia F1 1997—itu bahkan baru sekali ikut balapan di F1 GP Inggris tahun 1977 bersama McLaren.
Namun, hal itu tak membuat Ferrari khawatir dan merekrutnya pada tahun yang sama.
4. Karier Cemerlang di Tingkat Junior
Karier Charles Leclerc dimulai dari dunia balap karting pada tahun 2005. Dia tercatat tiga kali memenangi balapan karting French PACA Championship, tahun 2005, 2006 dan 2008.
Setelah sembilan tahun mengasah kemampuan di dunia balap karting, pada tahun 2014 Leclerc pindah ke balapan single-seater pertamanya, dengan mengikuti balapan Formula Renault 2.0 Alps.
Tak mau berlama-lama, di tahun berikutnya dia mulai menjejaki level yang lebih tinggi lagi dengan mengikuti balapan Formula 3 European Championship, memperkuat tim Van Amersfoort Racing.
Baca Juga: 'Dihukum' Bertubi-tubi, Romano Fenati Pensiun dari Dunia MotoGP
Dari 33 balapan yang diikuti, Leclerc sukses memenangi empat balapan dan membuatnya menempati peringkat keempat klasemen akhir.
Di tahun 2016, Leclerc dikontrak sebagai pebalap penguji tim Ferrari dan Haas. Pada tahun tersebut dia juga berkancah di ajang GP3 Series, balapan yang dua tingkat di bawah F1.
Leclerc menjadi juara GP3 Series 2016 dengan mengantongi tiga kemenangan dari 18 seri. Sukses ini membuatnya hijrah ke ajang Formula 2 (F2), balapan yang satu level di bawah F1.
Kepiawaiannya mengemudikan mobil single-seater membuatnya jadi kampiun F2 2017 bersama tim Prema Racing, dan akhirnya berkiprah di ajang F1 pada tahun 2018 setelah dikontrak tim Sauber.
Tag
Berita Terkait
-
Catat Tanggalnya! CORTIS Siap Tampil di F1 GP Singapura 2026 Mendatang
-
Mirip Harry Potter, Film Animasi Hexed Bawa Penonton ke Dunia Penyihir
-
Bos Mercedes Enggan Hadapi Lewis Hamilton dalam Perebutan Gelar Juara Dunia
-
Lewis Hamilton Podium ke-106 Bersama Ferrari, Rekornya Makin Tak Tersentuh!
-
Harry Potter and the Order of the Phoenix: Ketika Visi Gelap Menjadi Nyata!
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Indonesia Berjaya di Kejuaraan Para Bulu Tangkis Eropa, Leani Ratri Borong Lima Emas
-
HYROX Jakarta 2026: Adu Fisik dan Mental, Ribuan Peserta Bersatu Lawan Batas Diri
-
Mandiri Jogja Marathon 2026: AQUA Hadirkan Hidrasi dengan Sentuhan Budaya
-
Draymond Green Tolak Kontrak Rp443 Miliar, Buka Pintu Lebar Bagi LeBron James ke Warriors
-
Timnas Voli Indonesia Tembus Peringkat 43 Dunia Usai Segel Gelar Juara AVC Cup 2026
-
Perombakan Besar Yamaha! Fabio Quartararo dan Alex Rins Dipastikan Hengkang di Akhir Musim 2026
-
Padukan Olahraga dan Festival Budaya, Bhinneka Run 2026 Janjikan Pengalaman Lari Berbeda di TMII
-
Erick Thohir Puji IBL, Lima Musim Hadirkan Lima Juara Berbeda
-
Ranking FIVB Timnas Voli Indonesia Usai Juara AVC Cup 2026
-
Drama 5 Game Final Berakhir Manis, Cesar Camara Puji Mentalitas Juara Bogor Hornbills