Suara.com - Balap Formula One (F1) GP Jepang 2018 bakal berlangsung di Sirkuit Suzuka pekan ini (7/10/2018). Bila ditanya pilot jet darat mana yang merasakan suasana emosional, salah satunya adalah driver tim Sauber, Charles Leclerc. Pendatang baru yang siap membalap bersama tim besar, Scuderia Ferrari pada 2019.
Bukan persoalan teknis di trek, termasuk peluang untuk menang (mengingat dia adalah driver papan tengah saat ini serta belum pernah turun di sini), namun kenangan pebalap berjuluk Harry Potter atau Daniel Radcliffe ini atas Sirkuit Suzuka yang bakal membuat emosinya bakal campur aduk. Demikian dilansir kantor berita Antara dari Reuters.
Pada 2014, Jules Bianchi turun membela tim Marussia di GP Jepang yang dipentaskan di bawah cuaca buruk karena terjadinya Topan Phanfone, dan membawa dampak terhadap kondisi visual serta trek.
Tragis, ia menabrak pagar pembatas serta mengalami cedera kepala parah, yang membuatnya berada dalam kondisi koma sampai di akhir hayatnya, di 2015.
Bagi Charles Leclerc, nama Jules Bianchi tak ubahnya keluarga sendiri. Ayah kedua driver; Herve Leclerc dan Philippe Bianchi adalah teman baik sejak kecil. Hal itu menurun kepada anak-anak mereka.
Selain teman bermain, Charles Leclerc dan Jules Bianchi berlatih bersama di trek yang berlokasi tak jauh dari kediaman Bianchi di Perancis. Setelah Leclerc mengasah talenta balap di Ferrari Driving Academy, Leclerc pun menyusul di angkatan berikutnya. Tak heran, saat keluarga Bianchi bertolak ke Jepang untuk menjemput Jules pasca tragedi Suzuka 2014, salah satu saudara Charles turut dalam rombongan.
Kenangan tragis itulah yang mesti dihadapi Leclerc pekan ini. Driver muda yang saat turun berlaga di GP Monako 2018 mengenakan helm berdesain khusus mengenang ayahnya, mantan driver di Formula 3 dan wafat sekitar tahun lalu.
"Saya belum pernah ke Jepang sebelumnya, dan trek di Suzuka rasanya cukup emosional. Ini adalah akhir pekan yang sangat sulit," tutur Charles Leclerc yang lahir di Monte Carlo, Monako, Kamis lalu (4/10/2018).
Driver yang tahun depan akan turun bersama Sebastian Vettel sebagai mitra satu tim ini menambahkan, "Jules telah membantu saya agar balap di sini, ia lebih dari sekadar teman saat balap. Dia sudah seperti keluarga sendiri."
Baca Juga: Apple dan Amazon Sanggah Pencurian Data oleh Mata-mata Cina
Toh ia menyatakan kemudian, bahwa ia tak akan mengenakan benda khusus untuk mengenang Jules Bianchi.
"Saya benar-benar memikirkan tentang desain helm untuk tahun depan, dan Anda pasti tahu, ada peraturan di F1 yang menyatakan dibolehkan satu kali mengenakan helm khusus," tandasnya.
"Tahun ini temanya adalah untuk ayah saya, dan tahun depan inginnya lebih banyak, satu sisi untuk Jules, satu untuk ayah saya," tutup Charles Leclerc.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final
-
Kimi Antonelli Juara F1 GP Miami 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun
-
Regenerasi Atlet Panahan! 562 Anak Unjuk Gigi di MilkLife Archery Challenge Kudus