Suara.com - Dani Pedrosa telah resmi menyandang gelar legenda MotoGP yang dianugerahkan kepadanya pada, Kamis (15/11/2018), sebelum penampilan terakhirnya di seri pamungkas di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia.
"Ini adalah momen yang sangat emosional karena kalian tidak pernah mengira momen ini datang ketika kalian menjadi anak yang sedang mengejar mimpi kalian," kata Pedrosa seperti dikutip dari laman resmi MotoGP, Jumat (16/11/2018).
Pedrosa telah membalap bersama Honda sejak debut di kelas 125cc pada 2001. Setelah menjadi juara dunia 125cc pada 2003 dan 250cc pada 2004 dan 2005, Pedrosa naik kelas ke MotoGP bersama Repsol Honda pada 2006.
Pebalap asal Spanyol itu telah mengantongi 31 kemenangan. Namun, dia juga sering didera cedera yang mewarnai kariernya yang sejauh ini belum pernah merebut gelar juara dunia kelas premier itu.
Pedrosa yang merupakan pebalap termungil di grid dengan tinggi 160 cm dan berat badan 51 kg, menjadi runner-up musim MotoGP 2007, 2010 dan 2012.
Sejak 2013, Pedrosa menjadi rekan Marc Marquez di Repsol Honda. Di dalam jumpa pers tersebut, Pedrosa pun menanggapi pertanyaan para jurnalis dengan emosi yang bercampur aduk.
"Momen yang luar biasa bagi saya adalah kejuaraan pertama. Karena kalian meraih sesuatu yang kalian impikan dan kalian rasa mungkin kalian bisa naik podium atau memenangi balapan, tapi memenangi kejuaraan adalah sesuatu yang kalian rasakan ketika kalian masih anak-anak dan para lawan membalap dengan sangat cepat. Kalian tidak akan mempercayainya ketika itu," kata Pedrosa.
Pedrosa merasa bahwa MotoGP telah memberikan banyak hal di dalam kehidupannya.
"Karena saya tumbuh di sini, saya belajar banyak tentang kehidupan berkat MotoGP. Saya sangat senang bisa memberi sesuatu untuk MotoGP," kata dia.
Baca Juga: Momota, Hong Kong Open 2018: Tak Boleh Kalah Mental dari Jonatan
Target Pedrosa yang masih tersisa sekarang adalah memperbaiki catatan kemenangannya, paling tidak dengan satu balapan tersisa di musim 2018.
Hasil terbaiknya tahun ini adalah finis peringkat lima di Prancis, Catalunya, Aragon dan Sepang.
"Ketika kalian menyentuh garis finis dan tahu jika kalian menang, naik podium atau membalap dengan bagus, itu saya kira adalah perasaan yang akan sangat saya rindukan," kata Pedrosa.
Setelah pensiun, Dani Pedrosa masih akan menjadi bagian dari MotoGP dengan menjadi pebalap penguji KTM di musim depan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Menang atas Kesatria Bengawan Solo 84-69, Djordje Jovicic Puas dengan Performa Satria Muda
-
Sakit Pencernaan, Iga Swiatek Mundur dari Madrid Open 2026
-
Mario Aji Start dari Posisi 17 di Moto2 Spanyol 2026
-
LavAni Juara Proliga 2026, Tumbangkan Bhayangkara Presisi 3-1 di Final
-
Kejurnas Turnamen ORADO 2026 Digelar, Atlet dari 28 Provinsi Turun Berlaga
-
Timnas Hoki Naturalisasi 4 Pemain dari Eropa untuk Hadapi Asian Games 2026
-
Grand Final Proliga 2026: Jakarta Pertamina Enduro Ungguli Phonska Plus pada Leg 1
-
Tim Uber Indonesia Waspadai Kanada di Laga Pembuka, Bidik Awal Sempurna di Grup C
-
Surabaya Samator Sikat Garuda Jaya, Kunci Peringkat Ketiga Proliga 2026
-
Timnas Hoki Putri Indonesia Optimis Lolos ke Asian Games 2026