Suara.com - Mantan pebalap MotoGP yang kini beralih karier di British Superbike Championship, Scott Redding, mendapat hujatan dari penggemar Valentino Rossi.
Hujatan ini berawal dari postingan akun Instagram MotoGP, yang mengunggah aksi Rossi tampil di kejuaraan rutin bertajuk "The 100 Km of Champions" di flat track miliknya di Tavullia, Italia, pada Minggu (2/12/2018).
Dalam ajang yang menggunakan motocross tersebut, Rossi bersama anak didiknya, Franco Morbidelli, keluar sebagai jawara. Mereka mengalahkan pasangan Mattia Pasini-Lorenzo Baldassarri.
Postingan tersebut mendapat banyak komentar, salah satunya dari Scott Redding. Namun, komentar pebalap Inggris tersebut bisa dibilang penuh kontroversi.
"Inilah seorang pebalap yang mengatur balapannya sendiri, dan selalu menjadi pemenang. Tapi kita harus katakan bahwa hal itu sangat promosi. Selamat bersenang-senang," tulis Redding.
Komentar Redding ini seolah-olah menyiratkan sindiran terkait penampilan Rossi di MotoGP 2018 yang tak meraih satu kemenangan pun.
Tak terima dengan komentar Redding, para penggemar Rossi menghujani Redding dengan kalimat-kalimat pedas.
Salah satunya dari pemilik akun @mirnaperosa yang menyebut Redding lebih handal berbicara dibanding memenangi balapan.
Baca Juga: 10 Akun Olahraga Indonesia Paling Populer di Twitter 2018
"@reddingpower and what about you? Organize yourself a race so you can win something. You are good only on talking (@reddingpower bagaimana dengan kamu? Urus perlombaan mu sendiri agar bisa memenangkan sesuatu. Kamu hanya pandai bicara—red)," tulis akun @mirnaperosa.
Tak kalah pedasnya, pemilik akun @savmarco balik bertanya tentang prestasi Redding di kancah MotoGP, yang belum sekalipun meraih gelar juara dunia.
"@reddingpower sorry Scott, remind me how many world titles you have won? (Maaf Scott, tolong ingatkan saya sudah berapa gelar juara dunia yang kamu menangkan—red)," tulisnya.
Sadar komentarnya menyulut emosi para penggemar Rossi, pebalap yang pada MotoGP 2018 membela tim Aprilia ini, akhirnya menyampaikan klarifikasi.
Dilansir Tuttomotoriweb, Jumat (7/12/2018), Redding menyebut pernyataannya tak hanya ditujukan kepada Valentino Rossi seorang, namun juga Marc Marquez.
Berita Terkait
-
Raup Rp5,5 M dari Fans Indonesia, Mees Hilgers Bikin Heboh Media Belanda
-
Veda Ega Pratama Debut Moto3: Seberapa Besar Peluangnya Melaju di MotoGP?
-
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
-
Akhir Sebuah Era: Quartararo Dikabarkan Pilih Honda, Yamaha Ditinggalkan karena Lambat?
-
Peluang Pedro Acosta ke Ducati Lenovo? Pilihan Paling Realistis
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia