Suara.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto menyadari sistem baru Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memforsir stamina atlet. Mengantisipasi hal tersebut, Tommy siap meningkatkan kondisi fisik.
Sebagaimana diketahui, BWF menerapkan beberapa sistem baru pada kalender bulutangkis 2018-2021. Salah satunya terkait jumlah minimal turnamen yang harus diikuti pebulutangkis top dunia.
Para pemain tunggal yang menduduki peringkat 15 dan pemain ganda yang menduduki ranking 10 dunia, diwajibkan mengikuti minimal 12 turnamen BWF World Tour. Jika menolak, mereka akan dikenakan denda sebesar 5.000 Dollar AS.
Banyaknya turnamen yang diikuti para atlet tepok bulu dalam kurun waktu satu tahun, membuat fisik dan stamina mereka terkuras. Cedera pun jadi momok yang terus membayangi mereka.
Tommy Sugiarto mengaku sadar akan hal itu. Dirinya pun bertekad untuk meningkatkan kondisi fisik demi tampil oke di tahun 2019.
"Fisik memang harus kontinyu, harus berlatih terus. Umur terus bertambah, untuk fisik sangat perlu disiplin bagaimana bisa berlatih terus menerus," ujar Tommy Sugiarto.
Sebagaimana diketahui, turnamen BWF World Tour Finals (WTF) 2018 bisa menjadi bukti habisnya fisik para pemain di penghujung tahun. Tercatat, tiga pemain/pasangan harus mundur karena bekapan cedera pada turnamen penutup rangkaian BWF World Tour tersebut.
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi 'korban' pertama WTF 2018. Mereka terpaksa mundur dari babak penyisihan grup akibat Marcus dibekap cedera tegang otot leher.
Sementara di sektor tunggal putri, pebulutangkis asal Taiwan, Tai Tzu Ying juga menyerah di babak penyisihan karena cedera. Tunggal putri terbaik dunia itu mundur di laga terakhir penyisihan grup saat menghadapi Akane Yamaguchi (Jepang) akibat bekapan cedera hamstring.
Baca Juga: Tommy: Saya Ingin Konsisten di 2019
Kemudian, ganda putri Cina, Du Yue/Li Yinhui juga mengalami nasib serupa. Saat menghadapi wakil Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, ganda putri peringkat 11 dunia itu mundur saat kedudukan 20-22, 3-11.
Tommy berharap di 2019 bisa mempertahankan dan meningkatkan kebugaran fisiknya. Sebagai pemain independen atau non-pelatnas, putra legenda bulutangkis Icuk Sugiarto itu sadar akan ada tantangan lebih.
"Sebagai pemain independen, sangat sulit untuk bisa bertahan di level superseries --sejak 2018 bernama BWF World Tour. Apalagi sekarang turnamen yang diikuti untuk 2019 sangat banyak," ujar Tommy.
"Untuk saat ini saya akan fokus ke Malaysia Masters (2019) dulu. Setelah itu baru Indonesia Masters," tukasnya.
Saat ini Tommy tengah berada di India untuk mengikuti Premier Badminton League 2018-2019. Tommy memperkuat klub Delhi Dashers.
Berita Terkait
-
Juara Umum! Indonesia Borong 4 Gelar di Thailand Masters 2026
-
Mundur dari Indonesia Masters 2026, Jonatan Christie Pilih Jaga Kondisi
-
Final Perdana Jonatan Christie di 2026: Harapan Gelar Super 750 di India
-
Bongkar Pasang Ganda Putri 2026: Alasan Karel Mainaky Ambil Keputusan Besar
-
Agenda Turnamen BWF Januari 2026: Jadwal Padat Musim Baru Bulutangkis Dunia
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Saksikan Gelaran Perdana: Kejuaraan Berkuda IHR Piala Raja Mangkunegaran, Kings Cup Series
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma
-
Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final