Sport / Raket
Selasa, 01 Januari 2019 | 20:17 WIB
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto. [Humas PBSI]

Suara.com - Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Tommy Sugiarto menyadari sistem baru Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memforsir stamina atlet. Mengantisipasi hal tersebut, Tommy siap meningkatkan kondisi fisik.

Sebagaimana diketahui, BWF menerapkan beberapa sistem baru pada kalender bulutangkis 2018-2021. Salah satunya terkait jumlah minimal turnamen yang harus diikuti pebulutangkis top dunia.

Para pemain tunggal yang menduduki peringkat 15 dan pemain ganda yang menduduki ranking 10 dunia, diwajibkan mengikuti minimal 12 turnamen BWF World Tour. Jika menolak, mereka akan dikenakan denda sebesar 5.000 Dollar AS.

Banyaknya turnamen yang diikuti para atlet tepok bulu dalam kurun waktu satu tahun, membuat fisik dan stamina mereka terkuras. Cedera pun jadi momok yang terus membayangi mereka.

Tommy Sugiarto mengaku sadar akan hal itu. Dirinya pun bertekad untuk meningkatkan kondisi fisik demi tampil oke di tahun 2019.

"Fisik memang harus kontinyu, harus berlatih terus. Umur terus bertambah, untuk fisik sangat perlu disiplin bagaimana bisa berlatih terus menerus," ujar Tommy Sugiarto.

Sebagaimana diketahui, turnamen BWF World Tour Finals (WTF) 2018 bisa menjadi bukti habisnya fisik para pemain di penghujung tahun. Tercatat, tiga pemain/pasangan harus mundur karena bekapan cedera pada turnamen penutup rangkaian BWF World Tour tersebut.

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi 'korban' pertama WTF 2018. Mereka terpaksa mundur dari babak penyisihan grup akibat Marcus dibekap cedera tegang otot leher.

Sementara di sektor tunggal putri, pebulutangkis asal Taiwan, Tai Tzu Ying juga menyerah di babak penyisihan karena cedera. Tunggal putri terbaik dunia itu mundur di laga terakhir penyisihan grup saat menghadapi Akane Yamaguchi (Jepang) akibat bekapan cedera hamstring.

Baca Juga: Tommy: Saya Ingin Konsisten di 2019

Kemudian, ganda putri Cina, Du Yue/Li Yinhui juga mengalami nasib serupa. Saat menghadapi wakil Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, ganda putri peringkat 11 dunia itu mundur saat kedudukan 20-22, 3-11.

Tommy berharap di 2019 bisa mempertahankan dan meningkatkan kebugaran fisiknya. Sebagai pemain independen atau non-pelatnas, putra legenda bulutangkis Icuk Sugiarto itu sadar akan ada tantangan lebih.

"Sebagai pemain independen, sangat sulit untuk bisa bertahan di level superseries --sejak 2018 bernama BWF World Tour. Apalagi sekarang turnamen yang diikuti untuk 2019 sangat banyak," ujar Tommy.

"Untuk saat ini saya akan fokus ke Malaysia Masters (2019) dulu. Setelah itu baru Indonesia Masters," tukasnya.

Saat ini Tommy tengah berada di India untuk mengikuti Premier Badminton League 2018-2019. Tommy memperkuat klub Delhi Dashers.

Load More