Sport / Arena
Sabtu, 02 Februari 2019 | 11:35 WIB
Satria Muda Pertamina Jakarta berhasil menang 70-53 atas Pelita Jaya Basketball dalam lajutan Seri II IBL 2018/2019 di Britama Arena, Jakarta, Sabtu (8/12/2018). [Dok. IBL]

Suara.com - Pelatih Pelita Jaya Basketball, Fictor Roring, berharap Seri ke-6 Indonesia Basketball League (IBL) 2018/2019 yang berlangsung di GOR Pacific Surabaya, dibatalkan.

Fictor khawatir dengan keselamatan para pemain mengingat kondisi lapangan di GOR Pacific terbilang licin akibat cuaca buruk yang menerpa kota Surabaya belakangan ini.

Apalagi, saat bertanding di Seri empat di GOR Sritex Arena, Solo, Pelita Jaya harus kehilangan punggawa asing andalan mereka, yakni Wayne Bradford karena cidera parah.

"Usul saya itu, membatalkan seri ini," kata Fictor Roring kepada pewarta, Jumat (1/2/2019).

Menurut Fictor yang juga menjabat sebagai pelatih tim nasional (Timnas) basket Indonesia, IBL selaku pengelola liga harus pintar-pintar mencari lapangan dengan standarisasi yang baik.

Bukan hanya Surabaya (GOR Pacific), seri Solo (Sritex Arena) dan Malang (GOR Bimasakti) juga dinilai Fictor, punya karakteristik yang sama. Ketiga venue memiliki permukaan lapangan yang cukup licin.

"Solo, Surabaya, Malang, kondisi lapangannya punya karakter yang sama. Kalau saya sih mau mencari lapangan yang seperti di Bandung (C'tra Arena) yang masih oke. Disana kelembabannya beda, oke juga," ujarnya.

Pelita Jaya sendiri sebelumnya telah menolak untuk bertanding menghadapi Prawira Bandung di hari pertama Seri Surabaya, Jumat (1/2/2019).

Pelita Jaya dan Prawira serta dua tim lainnya yakni Hangtuah dan Bogor Siliwangi sepakat jika kondisi lapangan tak memungkinkan untuk digelarnya pertandingan.

Baca Juga: Ukir Tujuh Kemenangan Beruntun, CLS Knights Ingin Lebih

Namun, Direktur IBL Hasan Gozali dalam rilis yang diterima Suara.com Sabtu (2/2/2019), memutuskan untuk tetap melanjutkan Seri Surabaya, dengan berbagai pertimbangan.

"Kami sepakat melanjutkan seri di Surabaya tentu dengan pengawasan lapangan lebih ketat," kata Hasan Gozali.

Load More