Suara.com - Pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky punya target tersendiri di Olimpiade 2020 Tokyo. Dirinya ingin sektor ganda campuran bisa mempertahankan medali emas yang pernah sukses diraih empat tahun silam.
Sebagaimana diketahui, Richard Mainaky berhasil mengantarkan Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir berdiri di puncak dunia, usai meraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Saat itu Tontowi / Liliyana sukses menumbangkan rival asal Malaysia, Chan Peng Soon / Goh Liu Ying.
Kini, selepas bercerainya duet emas Tontowi / Liliyana, Richard Mainaky terus mencari komposisi ganda campuran yang pas. Dirinya berambisi medali emas Olimpiade 2020 harus jatuh ke tangan wakil Indonesia.
"Di sini bisa dilihat bahwa saya punya tanggung jawab untuk mempertahankan medali emas (Olimpiade) 2020," ujar Richard Mainaky kepada Suara.com di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakart Timur, beberapa waktu lalu.
Richard Mainaky sendiri sejatinya sudah mendapatkan hampir semua gelar juara sejak pertama kali melatih di pelatnas PBSI pada 1997. Mulai dari All England hingga medali emas Olimpiade telah berhasil dipersembahkan lelaki kelahiran Ternate, Kepulauan Maluku itu.
Namun, kakak kandung dari legenda bulutangkis Rexy Mainaky ini merasa belum puas. Menurutnya, masih ada tanggung jawab yang harus dirinya emban demi Indonesia.
"Kalau dilihat dari dahulu sampai Owi / Butet (sapaan Tontowi / Liliyana), hampir semua (gelar) saya sudah dapat. Medali perak Olimpiade saja dua kali, terakhir saya dapat medali emas," ujar Richard Mainaky.
Lantas ia melanjutkan, "Kalau mau bicara juara All England, saya sudah dapat empat kali, tiga kali beruntun diraih Owi / Butet, satu kali dimenangkan Praveen Jordan/Debby Susanto."
Berikutnya, "Kalau soal gelar Superseries--sekarang bernama BWF World Tour-- yang kami taruh di karung itu sudah banyak. Jadi apa yang saya mau cari? Saya lihat bahwa di era (Ketua Umum PBSI) Pak Wiranto, Pak Alex (Tirta) dan Kabid Binpres Ibu Susy Susanti, mereka masih percaya dengan saya, dan saya siap untuk terus bekerja keras."
Baca Juga: Nana Krip Meninggal Karena Infeksi Paru-paru
Selain ingin memberikan balas budi kepada federasi yang telah membesarkan namanya, Richard Mainaky juga menilai punya hutang dengan mantan guru dan mentornya dahulu, yakni Christian Hadinata dan Lius Pongoh.
Kedua orang itu disebut Richard Mainkay terus memberikan semangat baginya untuk terus menelurkan pasangan ganda campuran yang hebat. Karena itu, hingga saat ini dirinya terus berusaha dan enggan menyerah memberikan prestasi terbaik bagi Indonesia.
"Mereka bilang: "Richard, 2020 kamu punya tanggung jawab yang berat. Jadi tetap maskimal, kerja keras, dan berusaha pertahankan medali emas" itulah mengapa sampai saat ini saya berusaha terus dan pantang menyerah," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Ribuan Pelari Padati GBK, Gerakan 'Care for Sumut' Kumpulkan Dana Pemulihan Bencana
-
BATC 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Menang Dramatis Meski Cedera, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
-
Carabao Billiards Indonesia Cetak Sejarah, Tiga Turnamen Internasional Sekaligus Pecahkan Rekor MURI
-
Pelita Jaya Dapat Dukungan Tambahan dalam Mengarungi IBL 2026
-
Cetak Sejarah, Produk Cokelat Asal Indonesia Resmi Jadi Sponsor Gresini Racing di MotoGP
-
Libas Unggulan Kedua, Janice/Eala Maju ke Semifinal Abu Dhabi Open 2026
-
Alex Marquez Catat Waktu Tercepat saat Tes Uji Coba MotoGP Sepang
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan
-
Jadwal dan Link Streaming Proliga 2026 Malam Ini: Adu Keras Pertamina Enduro vs Electric PLN