Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi memberi dukungan kepada petinju pro asal Papua, Geisler AP, yang akan bertanding pada laga bergengsi tinju dunia hingga ke Las Vegas, Amerika Serikat. Hal tersebut disampaikan Menpora saat menerima sang petinju bersama Manajer Yamander Yensenem dan Tim Boxing Camp Papua, di Ruang Tunggu VIP Lobby Utama Graha Pemuda, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019).
Sebelum mewujudkan cita-citanya bertarung di Las Vegas, salah satu petinju asal Papua ini akan melakoni tanding internasional badan tinju World Boxing Council (WBC) Asia Pasifik Welter Ringan kelas 63,5 kg, di Balai Sarbini, Jakarta. Lawan yang akan dihadapi pada 30 Maret mendatang adalah petinju asal Negeri Gajah Putih (Thailand).
"Kita kekurangan stok petinju. Oleh karenanya, satu-satunya saat ini putra Papua yang berlaga di tinju profesional harus kita dukung bersama. Meskipun tidak semuanya, kami akan bantu khususnya dari sisi dukungan prestasi atlet. Semoga ini menjadi cambuk semangat (bagi) warga Papua dan Indonesia," kata Menpora.
Disampaikan Menpora, untuk meraih dukungan masyarakat, apalagi sponsor penyelenggaraan, diperlukan promosi yang masif, menarik, kreatif, dan ada unsur sportainment, sehingga nilai jual dan daya tarik semakin meningkat.
"Mumpung masih ada waktu sekitar dua pekan, cobalah segera dikemas promosinya yang semenarik dan semasif mungkin. Perlu sportainment, sehingga sponsor tertarik masuk, dan pertandingannya dapat disiarkan melalui berbagai media dan ditonton langsung masyarakat," ujar Menpora.
Usai pertemuan tersebut, petinju Gesisler AP dan Manajer Yamander Yensenem menyatakan sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah dalam hal ini Menpora yang begitu cepat merespons perjuangannya untuk mewujudkan mimpi putra Papua di dunia tinju pro. Diakui Geisler, keinginannya untuk tampil hingga Las vegas tidak lain adalah demi terus membangkitkan marwah Papua dan Indonesia di mata dunia melalui olahraga tinju.
"Terima kasih kepada Bapak Menpora atas dukungannya. Cita-cita saya sebelum saya gantung sarung tinju (pensiun), ingin menjadi Juara Asia, dan bisa tampil di tempat barometer tinju dunia yaitu di Las Vegas. Saya sudah mempersiapkan diri dan yakin bisa," kata Geisler AP, yang dikuatkan pula oleh sang manajer.
Dalam pertemuan ini, turut hadir Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Plt Asdep Promosi dan Industri Olahraga Sandi Suwardi Hasan, serta Tim Medis BCP Arly Wilis Kesowe, dan Tim Media.
Baca Juga: Juara All England, Menpora Siapkan Bonus dan Kejutan untuk Hendra / Ahsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati