Suara.com - Pelatih ganda campuran pelatnas PBSI, Richard Mainaky, mengaku kaget dengan grafik penampilan pasangan anyar Tontowi Ahmad / Winny Oktavina Kandow dalam beberapa turnamen terakhir yang mereka ikuti.
Tontowi / Winny yang baru dipasangkan sejak pertengahan Februari 2019 lalu langsung tampil meroket dalam lima turnamen terakhir yang keduanya ikuti. Pasangan senior-junior ini tampil mengejutkan dengan beberapa kali menundukan wakil-wakil unggulan.
Di All England 2019, Tontowi / Winny berhasil mengalahkan ganda campuran Malaysia peraih medali perak Olimpiade 2016, Chan Peng Soon / Goh Liu Ying. Keduanya menang dengan skor 21-15, 16-21, 23-21.
Sedangkan saat berlaga di India Open 2019, Tontowi / Winny yang kini menduduki peringkat 64 dunia mampu mengalahkan wakil China unggulan keenam turnamen, Lu Kai / Chen Lu dengan skor 21-11, 21-19.
Richard mengatakan jika dia tak memprediksikan penampilan anak latihnya itu langsung moncer meski belum lama dipasangkan. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti bahwa pengalaman Tontowi dan bakat alami Winny sampai saat ini menjadi kombinasi yang tepat.
"Saya juga sedikit kaget. Bukan tidak disangka, tapi dari gambaran saya ini cukup cepat gitu loh. Terutama Winny," kata Richard Mainaky.
"Faktornya sendiri saya tidak tahu. Saya rasa Winny punya karakter cuek, berani dan memang punya kualitas. Pengalaman Tontowi juga berpengaruh, terutama untuk lawan. Owi Punya karisma kelas dunia," tukasnya.
Tontowi/Winny sendiri kini tengah berlaga di Malaysia Open 2019. Keduanya akan menghadapi wakil Vietnam, Do Tuan Duc/PPham Nhu Thao di babak pertama yang akan berlangsung hari ini, Selasa (2/4/2019).
Baca Juga: Jadwal Malaysia Open 2019: Jonatan dan Anthony Turun di Hari Pertama
Berita Terkait
-
BNI-PBSI Perkuat Langkah Atlet Indonesia di BAC 2026
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Satria Muda Cuci Gudang! Dua Pemain Asing Didepak di Tengah Musim
-
Hapus VIP, Harga Tiket Indonesia Open 2026 Diklaim Merakyat, Termurah Rp40 Ribu
-
Bidik Predikat Terbaik Dunia, Indonesia Open 2026 Gabungkan Kecanggihan Teknologi dan Sport
-
Gerry Salim Harumkan Nama Indonesia, Raih Podium Kedua di ARRC Sepang 2026
-
Puji Dampak IBL All-Star 2026, Ditjen Imigrasi Bentuk Tim Permudah Masuknya Pemain Asing
-
Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Tumbangkan Samator 3-0, Persaingan Final Proliga 2026 Makin Ketat
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Masuk Grup Neraka, Ada Thailand hingga Korea
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat