Suara.com - Bila selama ini manufaktur kendaraan roda empat (R4) berlomba-lomba mencetak produk bertenaga listrik alias electric vehicle (EV), disebut juga mobil listrik atau mobtrik, dunia sport otomotif juga tak terlewatkan. Contohnya balap Formula Electric alias Formula E. Yang menggunakan bahan bakar non emisi. Menuju masa depan, laga tanpa melibatkan suara semburan mesin dahsyat ini menjadi sebuah pilihan jitu.
Hal ini diungkapkan oleh mantan pemilik sirkus balap Formula One (F1) Bernie Ecclestone. Dikutip kantor berita Antara dari Reuters (11/4/2019), ia mengkhawatirkan masa depan bisnis balap jet darat itu seiring perkembangan pesat mobil-mobil balap bertenaga listrik.
"Formula E menjadi suatu bentuk hiburan yang berbeda, namun akan semakin besar dan besar, lantas akibatnya F1 akan menderita," paparnya.
Jika dia diberi usia 50 tahun lebih muda dari sekarang, Bernie Ecclestone mengaku akan tetap memilih menjalankan sirkus balap jet darat, namun kenyataannya balap Formula E adalah bisnis yang menjanjikan banyak peluang baru.
"Ada lebih banyak kesempatan untuk melakukan ekspansi besar di sana dan lebih banyak peluang secara komersial dari pada melakukan perubahan di F1," tandas ayahanda dari sosialita Tamara Ecclestone ini.
Bernie Ecclestone adalah saksi peluncuran kejuaraan dunia F1 pertama kali, dengan nama Grand Prix (GP) Britania Raya di Sirkuit Silverstone pada 1950. Saat itu ia turun sebagai driver kelas 500 cc Formula 3 di sirkuit bekas markas Angkatan Udara Royal Air Force (RAF) itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia