Suara.com - Pebalap Mission Winnow Ducati, Danilo Petrucci tak bisa membendung air matanya usai memastikan diri finis terdepan pada balapan MotoGP Italia 2019, Minggu (2/6/2019).
Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Mugello itu, Petrucci berhasil menjadi yang tercepat setelah mencatatkan waktu 41 menit 33,794 detik.
Pebalap 28 tahun itu secara heroik mengalahkan Marc Marquez (Repsol Honda) dan rekan satu timnya, Andrea Dovizioso dengan menyalip keduanya saat balapan hanya menyisakan satu lap tersisa.
Berbicara kepada Skysport seperti dilansir Tuttomotoriweb, Petrucci tak menyangka bisa meraih kemenangan perdana di kelas MotoGP. Lebih spesial, sejarah itu dicatatkannya di depan para pendukungnya sendiri.
"Tak bisa dipercaya. Saya memenangkan balapan di sirkuit terbaik di dunia, di depan para penggemar, di kota saya, ini adalah balapan yang sangat luar biasa!," ujar Danilo Petrucci.
"Saya bahkan tak bisa mengungkapkan rasanya seperti apa. Saya masih tak percaya bisa memenangi balapan ini," sambungnya.
Kemenangan Petrucci membuat Ducati telah mendominasi Sirkuit Mugello sejak empat edisi terakhir. Pada 2015 dan 2016, Andrea Ianonne mampu finis kedua dan ketiga.
Sementara Dovizioso merengkuh podium kemenangan bersama Ducati pada 2017, dan Jorge Lorenzo meneruskannya pada tahun lalu, dimana saat itu Dovi --sapaan akrab Dovizioso-- juga mampu finis kedua.
Petrucci menyadari jika pencapaiannya ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia pun berterimakasih kepada semua orang yang telah membantunya, terkhusus Dovizioso.
Baca Juga: Petrucci Juara MotoGP Italia, Ducati Kukuhkan Dominasi di Mugello
"Saya ingin berterimakasih kepada keluarga saya, teman-teman, dan seluruh orang yang telah bekerja di Ducati. Saya juga mengucap terimakasih untuk Dovizioso yang yang telah membantu saya selama musim dingin," pungkasnya.
Kemenangan perdana Petrucci di kelas MotoGP membuka peluang perpanjangan kontrak dari tim Ducati.
Sebagaimana diketahui, kontrak Petrucci bersama tim asal Borgo Panigale itu hanya berdurasi satu tahun, dan pabrikan Italia itu tengah mempertimbangkan masa depan sang rider.
Berita Terkait
-
Belum Seratus Persen, Aprilia Prediksi Ducati akan Comeback di GP Spanyol
-
Salut! Marc Marquez Minta Dihukum Usai Buat Fabio Di Giannantonio Jatuh
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
3 Tantangan yang akan Dihadapi Marc Marquez di MotoGP Amerika 2026
-
Jadwal MotoGP Amerika 2026: Akankah Marc Marquez Menang Lagi di COTA?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Akui Terpancing Emosi, Alwi Farhan Petik Pelajaran Usai Disingkirkan Kodai Naraoka di BAC 2026
-
Jafar/Felisha Tersingkir di 16 Besar BAC 2026, Akui Kesulitan Tembus Pertahanan Lawan
-
Final Four Proliga 2026 di Solo, Perebutan Juara Putaran Pertama Panas Sejak Hari Pertama
-
BAC 2026: Jonatan Christie ke Perempat Final, Akui Sempat Buta Kekuatan Lawan
-
Sikat Rival Lama di BAC 2026, Alwi Farhan: Tak Mudah Lewati Tekanan
-
Kalah dari Watanabe di BAC 2026, Ubed Petik Pelajaran dari Mental Pantang Menyerah Lawan
-
Raymond/Nikolaus Akui Kalah Cepat dari Ganda Korea di BAC 2026
-
Fajar/Fikri Jadikan Laga Pembuka BAC 2026 sebagai Pemanasan
-
Menang Dramatis, Amri/Nita Melangkah ke Babak 16 Besar BAC 2026