Suara.com - Legenda tinju Chris John menempati urutan pertama daftar petinju terbaik Indonesia sepanjang masa. Hal itu berdasarkan pantauan Suara.com pada rating laman BoxRec, Senin (19/8/2019).
BoxRec merupakan web yang mendedikasikan khusus untuk mencatat pertarungan tinju profesional, baik petinju pria maupun wanita.
Posisi kedua petinju terbaik Indonesia sepanjang masa ditempati Daud Yordan, yang belum lama ini merebut sabuk tinju kelas ringan super WBC Asia Challenge Belt.
Petinju asal Kayong Utara, Kalimantan Barat, tersebut menjadi satu-satunya petinju Indonesia yang masih aktif yang mampu menembus Top 5 Petinju Terbaik Indonesia Sepanjang Masa.
Berikut lima besar petinju terbaik Indonesia sepanjang masa versi BoxRec:
1. Chris John
Petinju kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah, 14 September 1979 ini merupakan petinju Indonesia keempat yang berhasil menjadi juara dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, dan Muhammad Rachman.
Chris John meraih gelar juara dunia kelas bulu WBA (Super) dan berhasil mempertahankan sabuknya dari tahun 2004 hingga 2013.
Baca Juga: 5 Berita Olahraga Pilihan: Daftar Petinju Kelas Berat Terbaik Dalam Sejarah
Hal itu membuatnya jadi petinju kedua terlama yang mempertahankan sabuk juara dunia di kelas bulu setelah Johnny Kilbane.
Sejak memulai debut pada 4 Juni 1998, petinju berjuluk The Dragon ini telah melakoni 52 pertarungan. Rinciannya 48 kali menang, 22 diantaranya menang KO, sekali kalah, dan tiga kali seri.
Chris John memutuskan gantung sarung tinju setelah kalah dari Simpiwe Vetyeka (Afrika Selatan) pada 6 Desember 2013.
2. Daud Yordan
Petinju berjuluk Cino ini pernah menjadi juara dunia di dua kelas berbeda versi badan tinju IBO: kelas bulu dan ringan.
Ia juga berhasil merebut sabuk kelas ringan interim WBA International dan WBO Inter-Continental.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1