Suara.com - Legenda bulutangkis nasional Rudy Hartono mengajak semua pihak untuk menghargai jerih payah klub memajukan perbulutangkisan nasional.
Ajakan ini menanggapi polemik yang terjadi antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
KPAI menuding program audisi umum pencarian bakat yang digagas PB Djarum terindikasi sebagai praktik eksploitasi anak.
Penggunaan brand Djarum pada kaos maupun atribut peserta audisi, dinilai KPAI sebagai sarana iklan rokok terselubung yang memanfaatkan tubuh anak sebagai medianya.
Buntut dari polemik ini, PB Djarum menghentikan audisi pencarian bakat yang terlaksana sejak 2006 itu pada 2020 mendatang.
"Kalau saya begini, pembinaan bulutangkis ini tidak banyak yang ikut serta. PB Djarum itu memang salah satu klub besar yang melakukan audisi paling intens dan aktif," ujar Rudy Hartono saat dihubungi wartawan, Senin (9/9/2019).
"Semua orang tahu Djarum punya dana. Tapi bukan soal punya dananya saja. Djarum memang konsentrasi ke bulutangkis. Nah, itu harus dihargai," Rudy yang menjabat ketua PB Jaya Raya menambahkan.
Menurut Rudy, sokongan dari pihak swasta terhadap perkembangan bulutangkis nasional tak bisa dianggap remeh.
Baca Juga: PB Djarum Stop Audisi Bulutangkis, Begini Respons Ahsan
PB Djarum dan PB Jaya Raya, lanjut Rudy Hartono, telah membuktikan hal itu sejak lama.
Sebagaimana diketahui, PB Djarum yang berdiri pada 1974—cikal bakal dimulai pada 1969—telah memproduksi banyak pebulutangkis berbakat.
Sebut saja Liem Swie King, Alan Budikusuma, Haryanto Arbi, Minarti Timur, Mohammad Ahsan, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, hingga Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Begitu pula dengan PB Jaya Raya, Hendra Setiawan dan Markis Kido yang sukses meraih medali emas Olimpiade 2008 merupakan buah dari binaan PB Jaya Raya.
"Semua orang bisa saja punya dana besar, tapi belum tentu punya konsentrasi ke olahraga seperti Djarum. Kebetulan sokongan ke bulutangkis sudah dilakukan oleh Djarum dan sudah banyak hasilnya," tuturnya.
"Demikian juga yang dilakukan oleh PB Jaya Raya. Dukungan yang diberikan tak sekadar sponsor pertandingan, itu lain lagi. Tapi betul-betul pembinaan," pungkas Rudy Hartono yang pernah meraih delapan gelar All England.
Berita Terkait
-
Sebut Langgar 2 Pasal, Menteri Yohana Dukung Audisi PB Djarum Dihentikan
-
Tagar BubarkanKPAI di Twitter, Komisioner KPAI: Saya Tak Mengerti Logikanya
-
Audisi Umum PB Djarum Stop, Tontowi: Mengubur Mimpi Calon Pebulutangkis
-
Polemik Audisi PB Djarum, Komisioner KPAI: Kalau Brand Diturunkan, Selesai
-
Gubernur Jateng Puji Djarum: Kalau Negara Saja Urus Olahraga, Pasti Kurang
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final
-
Kimi Antonelli Juara F1 GP Miami 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun
-
Regenerasi Atlet Panahan! 562 Anak Unjuk Gigi di MilkLife Archery Challenge Kudus