Suara.com - Dimas Ekky Pratama merupakan pembalap kedua dari Indonesia yang ikut berkompetisi di Moto2.
Selama berada di atas lintasan, pembalap dari tim Idemitsu Honda Team Asia ini tercatat belum mengoleksi satu pun poin di tabel klasemen.
Sempat absen balapan selama 7 kali karena cedera, pembalap berusia 26 tahun ini belum pernah mengakhiri balapan dengan finis di urutan 20 besar.
Hasil terbaik yang diraih Dimas Ekky adalah pada MotoGP Catalan di mana ia memulai balapan dari urutan 24 dan finis di urutan 21.
Sementara itu, MotoGP Jepang juga merupakan salah satu balapan terbaiknya di mana ia memulai balapan dari urutan 25 dan finis juga di urutan 21.
Hasil tersebut membuatnya berada di urutan buncit klasemen, di urutan 35.
Ia hanya unggul dari 5 pembalap Moto2 yang turun bukan sebagai pembalap reguler, termasuk rekan senegaranya Gerry Salim yang sempat sekali ikut balapan Moto2.
Saat ini, masih tersisa tiga seri balapan yakni di Australia, Malaysia dan Valencia.
Dari tiga sirkuit tersebut, MotoGP Malaysia diprediksi menjadi sirkuit di mana Dimas berpeluang meraih poin mengingat ia kerap berlaga di lintasan tersebut sebelum ikut Moto2.
Baca Juga: Absen Sejak MotoGP Belanda, Ini yang Dirasakan Dimas Ekky
Mampukah pembalap kebanggaan Tanah Air ini mendapat poin di sisa balapan?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara
-
Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games