Suara.com - Pebalap MotoGP Johann Zarco sangat antusias jika tim Repsol Honda membuka pintu baginya untuk menggantikan posisi Jorge Lorenzo.
Masa depan juara dunia lima kali itu bersama Honda saat ini masih menjadi tanda tanya.
Kendati masih terikat kontrak hingga akhir musim 2020, namun tak sedikit yang memprediksi Honda bakal mendepak Jorge Lorenzo.
Kondisi itu menyusul performa buruk pebalap Spanyol itu di musim ini lantaran kesulitan beradaptasi dengan motor RC213V.
Hasilnya sampai dengan seri ke-18, Jorge Lorenzo baru meraih 25 poin, dan menempati peringkat 19 klasemen sementara pebalap MotoGP 2019.
Sementara Johann Zarco, setelah posisinya digeser Mika Kallio menyusul kesepakatan pemutusan kontrak lebih cepat dengan KTM, dipercaya menunggangi motor tim satelit Honda, LCR Honda.
Juara dunia Moto2 2015 dan 2016 itu menggantikan Takaaki Nakagami yang dalam pemulihan cedera bahu pasca operasi.
Debutnya bersama LCR Honda terjadi pada seri ke-17 MotoGP Australia, 27 Oktober 2019. Dalam balapan di Phillip Island itu, Zarco finis ke-13.
Prestasi ini jauh lebih baik dari Jorge Lorenzo yang hanya finis di posisi ke-16.
Baca Juga: Sesumbar, Corley: Saya Akan Pukul KO Manny Pacquiao, Mungkin Ronde 6 atau 7
Sayangnya, Zarco gagal finis pada seri berikutnya di Sirkuit Sepang, Malaysia, lantaran terjatuh. Sedangkan Lorenzo harus puas finis ke-14.
Johann Zarco sendiri tak memungkiri sangat berhasrat memperkuat tim pabrikan Honda musim depan, mengingat dia belum memiliki tim di MotoGP 2020.
"Jika Honda membuka pintu, maka saya akan jadi pilihan yang tepat. Saya satu-satunya pebalap yang belum memiliki tim sekarang. Dalam situasi seperti ini saya bersedia menunggu," kata Zarco dikutip dari Speedweeek, Senin (11/11/2019).
"Mimpi saya akan jadi kenyataan bila dapat bergabung dengan Repsol Honda. Saya juga telah menjajal motor Honda dan yakin bisa menguasainya."
"Dengan Honda, saya yakin bisa bersaing dengan Marc Marquez. Tentu saja, Marc pebalap yang tangguh. Tapi jika saya mendapat motor yang bagus, saya yakin bisa bersaing meriah podium," tukas Johann Zarco.
Berita Terkait
-
Bisa Selebrasi Juara Dunia Bareng Adiknya, Marc Marquez: 2019 Sempurna
-
Jonas Folger Tiba-Tiba 'Diusir' dari Yamaha, Apa Sebabnya?
-
Ahiru, Jimat Imut Tim Suzuki di MotoGP 2019
-
Membayangkan Balapan MotoGP Tanpa Marc Marquez, Ini Daftar Pemenangnya!
-
Top 5 Olahraga: Kevin / Marcus Siap Jumpa Ganda Jerman, Tyson Latih Ngannou
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia