Suara.com - Timnas polo air putra Indonesia mencetak sejarah di SEA Games 2019. Hal itu setelah skuat Garuda berhasil menumbangkan Singapura, Kamis (28/11/2019).
Anak asuh Milos Sakovic secara luar biasa membekuk juara bertahan, 7-5, dalam laga di New Clark Aquatic Centre, Capas, Filipina.
Hasil itu membuat timnas polo air putra Indonesia berhasil meraih kemenangan perdana atas Singapura sejak kali pertama mengikuti SEA Games pada 1977.
"Saya sangat bangga dengan para pemain saya, seluruh ofisial di tim, semua orang yang bantu kami di SEA Games 2019 Filipina," ujar Sakovic.
Kemenangan ini tak hanya mengukir sejarah bagi Indonesia. Lebih jauh, hasil ini membuat peluang skuat Merah Putih untuk merebut medali emas terbuka lebar.
Sebagaimana diketahui, pertandingan polo air putra sendiri menggunakan sistem round robin atau setengah kompetisi.
Tim dengan jumlah poin tertinggi usai memainkan masing-masing empat laga akan keluar sebagai juara.
Indonesia kini sudah memainkan tiga laga dengan rincian dua kemenangan dan sekali imbang.
Satu kemenangan sebelumnya diraih saat menghadapi Thailand. Sementara hasil imbang diraih saat menghadapi tuan rumah Filipina di laga perdana.
Baca Juga: Bantah Klaim Wilder, Ini Petinju dengan Pukulan Terkeras Versi Foreman
Di laga penentuan, Indonesia sudah ditunggu Malaysia. Kemenangan bakal menjadi harga mati bagi skuat Indonesia jika ingin menjaga kans meraih emas tetap terbuka.
"Ini hal yang bagus dan positif. Kita memang buat kesalahan di laga pertama saat imbang lawan Filipina," tutur Sakovic dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (28/11/2019).
"Jadi sekarang kita harap kita bisa menang lawan Malaysia dan kita lihat hasil Filipina lawan Singapura nanti."
"Untuk sekarang kita hanya bisa lakukan hal yang bisa kita lakukan, yakni bersiap untuk bisa mengalahkan Malaysia. Dan setelahnya kita akan lihat," pungkasnya.
Laga antara Indonesia vs Malaysia bakal berlangsung besok, Jumat (29/11/2019) pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB.
Berita Terkait
-
Ini Cabor yang Berpotensi Dulang Emas Bagi Indonesia di SEA Games 2019
-
Jokowi Target 2 Besar di SEA Games 2019, Gatot: Sah-sah Saja, Namanya...
-
Debut di SEA Games 2019, Karateka Tomboy Maya Sheva Pede Rebut Emas
-
Perkara Makanan Halal di SEA Games 2019, Kemenpora Minta Cabor Lebih Teliti
-
Marak Keluhan SEA Games 2019, Presiden Duterte Perintahkan Penyelidikan
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing
-
Pecahkan Rekor Dunia, Atlet Kriket Indonesia Terima Sertifikat Guinness World Records
-
Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
-
Anggap Semua Laga bak Final, Ini Resep Rahasia Anthony Ginting ke Perempat Final Swiss Open 2026
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet
-
Go Internasional! Byon Combat akan Digelar di Malaysia untuk Kali Pertama
-
Daftar Pemain Tim Merah untuk IBL All-Star 2026, Andakara Prastawa Dhyaksa Jadi Kapten
-
Daftar Pemain Tim Biru untuk IBL All-Star 2026, Yudha Saputera Jadi Kapten
-
Swiss Open 2026: Enam Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final, Putri KW hingga Ginting
-
Kasus Pelecehan Seksual di Panjat Tebing, Yenny Wahid Bentuk Tim Pencari Fakta