Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Selasa, 10 Desember 2019 | 19:33 WIB
Tim voli putra Indonesia melakukan selebrasi setelah meraih emas SEA Games 2019 Filipina di Philsports Arena, Metro Manila, Selasa (10/12). [Dok. Tim CdM Indonesia]

Suara.com - Setelah menunggu satu dekade, tim bola voli putra Indonesia akhirnya kembali merajai ajang SEA Games. Ini setelah di final SEA Games 2019 mengalahkan tuan rumah Filipina, Selasa (10/12).

Bertanding di Philsports Arena, Metro Manila, Rivan Nurmulki dan kawan-kawan meraih emas setelah unggul telak 3-0 (25-21, 27-25, 25-17).

Tim Indonesia yang sudah haus akan emas dari cabang olahraga bola voli langsung memberikan tekanan meski tuan rumah Filipina mendapatkan dukungan penuh suporter fanatiknya.

Skuat Garuda terlihat tidak canggung meski sebagai tamu. Spike-spike keras tipikal pemain Indonesia terus dilakukan meski lawan juga tidak tinggal diam.

Indonesia bahkan sempat tertekan meski akhirnya mampu mengakhiri pertandingan dengan skor 25-21.

Memasuki set kedua, pertandingan jauh lebih ketat. Tuan rumah yang dimotori John Vic de Gusman juga tidak kalah sengit dalam memberikan perlawanan.

Perolehan poin pun cukup ketat dan bahkan masing-masing tidak bisa unggul jauh.

Ketua Umum Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Imam Sudjarwo (tengah belakang) beserta jajarannya foto bersama dengan timnas voli putra dan puteri pantai saat pelepasan timnas voli menuju SEA Games 2019 di Padepokan Voli Jendral Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (25/11). [Antara/Yulius Satria Wijaya]

Tim Merah Putih yang sejak awal menargetkan medali emas, terus melakukan kombinasi serangan melalui Rivan Nurmulki maupun Sigit Ardian dan dimotori langsung sang kapten Nizar Munawar.

Berkat ketenangan, Timnas Indonesia mampu kembali unggul 27-25.

Memasuki set ketiga, Indonesia yang sudah unggul 2-0 terus melancarkan serangan. Permainan yang diperagakan kedua tim hampir sama dengan dua set sebelumnya.