Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Senin, 16 Desember 2019 | 15:46 WIB
Ibunda atlet senam Shalfa Avrila Siani, Ayu Kurniawati (ketiga dari kiri), bersalaman dengan Pelatih Kepala Senam Indra Sibarani, terkait penyelesaian kasus masalah isu tak perawan Shalfa yang berakhir damai secara kekeluargaan di sebuah hotel di daerah Kediri, Jawa Timur, Minggu (15/12/2019) malam WIB. [Dok. Kemenpora]

Suara.com - Kasus atlet senam Shalfa Avrila Siani yang dicoret jelang SEA Games 2019 akibat dianggap tak perawan berakhir damai. Kasus itu selesai secara kekeluargaan.

Kepastian itu disampaikan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto. Ia memastikan semua pihak sudah berdamai dengan penandatanganan surat kesepakatan.

Penyelesaian masalah tersebut berlangsung di sebuah hotel di daerah Kediri, Jawa Timur, Minggu (15/12/2019) malam WIB.

Mediasi damai itu dihadiri orang tua Shalfa, kuasa hukum, dan empat pelatih senam Jawa Timur.

Empat pelatih tersebut antara lain Pelatih Artistik Putri Irma Febriyanti, Pelatih Kepala Indra Sibarani, Pelatih Ritmik Rahayu Retno dan Pelatih Artistik Putri Zahari.

"Kami minta masalah ini selesai dan tidak diungkit-ungkit lagi," ujar Gatot di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (16/12/2019).

"Saya tidak tahu permohonan maafnya seperti apa. Yang jelas sudah ada hitam di atas putih yang saya juga terima. Ke depan ini jadi pelajaran semua cabor harus memperbaiki komunikasinya," sambungnya.

Ketua Umum PB Persani Ita Yuliati (tengah) didampingi Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto (kanan) di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta pada, Jumat (29/11/2019). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) Ita Yuliati meminta kasus ini untuk tidak berlarut-larut agar proses pembinaan atlet bisa kembali berjalan kondusif.

"Keempat pelatih mewakili Persani sudah minta maaf. Kami tidak mau berpolemik lagi, kasihan atletnya. Kami tidak ingin diungkit-ungkit lagi kasusnya," tutur Ita.

Lebih jauh, penyelesaian kasus secara kekeluargaan ini juga dibarengi dengan kepastian bahwa Shalfa bisa kembali berlatih di Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Jawa Timur.