Suara.com - Sempat disebut bakal menjadi pesaing berat dari Marc Marquez, peraih gelar rookie of the year tahun 2019, Fabio Quartararo justru merasa tak layak.
Merasa masih harus banyak berkembang, pembalap dari tim Petronas Yamaha tak pasang target terlalu muluk-muluk.
"Sepertinya kata saingan berat bukan istilah yang tepat. Namun saya ingin kerap bertarung dengannya. Mungkin aku bukan rival di kejuaraan namun aku ingin menandinginya di lintasan." ujar Quartararo dikutip dari Marca.
Selain itu, pembalap ini juga membicarakan filosofi mengenai julukannya. Pembalap berjuluk El Diablo alias Si Iblis menganggap bahwa julukan tersebut membuatnya termotivasi untuk lebih 'rakus gelar'.
"Saya mendapat julukan iblis, yang berarti saya harus bekerja keras untuk berada di depan. Saya tak puas dengan posisi saya sekarang."
"Bagi saya, Valentino Rossi itu seperti dewa, saya mengidolakannya sejak berusia enam tahun. Sementara Marc Marquez itu ibarat mahluk supranatural, dia tidak alami, ia pembalap terbaik yang masih bisa berkembang. Konsistensinya mengesankan, sangat tidak alami." ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Mercedes Siap Luncurkan Mobil Baru untuk Musim Formula 1 2026
-
IBL 2026 Resmi Dimulai! Duel Panas Dewa United vs Pelita Jaya Langsung Buka Musim
-
Malaysia Open 2026: Alwi Farhan Bidik Start Bagus Awal Tahun
-
Tembus 6 Besar Dunia dalam 6 Bulan, Fajar/Fikri Bidik Tahta Tertinggi di Malaysia Open 2026
-
Oni Junianto Resmi Pimpin PB FAJI, Arung Jeram Indonesia Siap Melangkah Maju
-
An Se-young Susah Payah Raih Kemenangan Perdana di Malaysia Open 2026, Dipaksa Main 1 Jam 15 Menit
-
Satya Wacana Datangkan Pemain Timnas Ukraina untuk IBL 2026, Jebolan Liga Bulgaria
-
Belajar Perlahan, Wilda Nurfadhilah Tak Ingin Buru-buru Lanjutkan Karier sebagai Pelatih
-
Wilda Nurfadhilah Resmi Gabung Jakarta Livin Mandiri untuk Proliga 2026, tapi Bukan sebagai Pemain
-
Debut di Malaysia Open 2026, Faza/Aisyah Bertekad Tampil Lepas