Suara.com - Mulai maraknya penjualan mobil elektrik membawa efek berantai, di mana ajang balap mobil pun turut menyediakan panggung untuk mobil jenis tersebut.
Namun, dengan performa yang masih berada di bawah mobil balap konvensional, serta jalannya balapan relatif belum seintens balapan mobil pada umumnya, membuat ajang ini kerap panen kritik.
Salah satu kritik tersebut disampaikan oleh bos tim Mercedes Formula 1, Toto Wolff.
Dilansir dari Crash, ia menyebut bahwa ajang tersebut mirip sebuah game balapan yang cukup populer, Mario Kart.
Hal tersebut ia sampaikan pada saat balapan perdana Formula E di Arab Saudi.
"Saya cukup menikmati pengalaman di sana. Saya tak pernah ke Arab Saudi dan peluncuran tim Mercedes Formula E cukup spesial," tutur Wolff.
"Kehebohan penonton cukup fenomenal, sesuatu yang tak saya perkirakan. Namun, balapannya sangat berbeda dari Formula 1. Bagi saya, ini seperti Super Mario Kart dengan pembalap sungguhan," imbuhnya.
Meski demikian, ia berkata bahwa balapan menggunakan mesin elektrik juga perlu diberi kesempatan untuk berkembang.
"Balapan ini cukup valid untuk diberi kesempatan," pungkasnya.
Baca Juga: Ngaku dari Wartawan dan KPK, 4 Penipu Gasak Duit Kades Rp 39 Juta
Dunia balap memang cukup terdampak dengan kehadiran mesin-mesin kendaraan rendah emisi.
Salah satunya adalah Formula 1, di mana mulanya mereka dulunya menggunakan mesin konvensional, lalu pada tahun 2014 mereka beralih ke mesin hybrid.
Namun, keputusan untuk menggunakan mesin jenis demikian justru malah membuat ajang Formula 1 kerap dianggap tak semenarik sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia