Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyambut kalender kompetisi 2020 dengan status baru. Kedua pemain muda itu kini telah resmi naik tingkat ke level senior.
Saat berkecimpung di level junior, Leo/Daniel adalah salah satu ganda putra paling ditakuti lawan. Mereka membuktikannya dengan torehan gelar juara dunia dan gelar juara Asia tahun lalu.
Namun, Leo Rolly Carnando paham betul bahwa terdapat perbedaan yang cukup besar antara level junior dan senior.
Saat naik tingkat ke level senior, mereka berdua disebut Leo akan menghadapi tantangan yang lebih berat karena perbedaan usia dan pengalaman lawan yang jauh lebih tinggi.
"Memang lebih berat apalagi sekarang sudah masuk ke level Super 100 hingga 1000," usai menghadiri acara pemberian bonus bagi atlet muda berprestasi PB Djarum di XXI Club, Djakarta Theatre, Jakarta, pada Rabu (5/2/2020).
"Untuk sekarang mungkin kami akan main di level Super 300 dahulu, para pemain lain biasanya turun di level 750 hingga 1000 karena mengejar poin Olimpiade," tambahnya.
Leo sendiri menilai persaingan di level senior sejatinya tak jauh berbeda semasa dirinya berkecimpung di turnamen kelompok umur. Hanya kematangan teknis dan mental yang jadi pembeda.
Penilaian tersebut didasari Leo saat mengikuti turnamen Thailand Masters 2020 pada 21-26 Januari lalu. Pada turnamen BWF level Super 300 itu, Leo/Daniel harus terhenti di babak kedua.
Baca Juga: Lolos Babak Utama, Leo / Daniel Dihadapkan pada Perang Saudara
"Kurang lebih sama ya, cuma dari lawan berbeda karena lebih berpengalaman, bertenaga, dan pukulan lebih kencang," jelas Leo.
"Evaluasinya kami harus latihan lebih. Karena mulai dari tenaga dan aspek-aspek yang lain, masih banyak yang kekurangan," tambahnya.
Setelah mengikuti Thailand Masters 2020, Leo/Daniel direncanakan untuk kembali mengikuti turnamen BWF World Tour level Super 300 yakni Barcelona Spain Masters 2020 pada 18-23 Februari mendatang.
Berita Terkait
-
Setelah Juara Langsung Jadi Manusia Silver: Kutukan Ganda Putra Indonesia?
-
Daftar 12 Wakil Indonesia di Macau Open 2026, Ubed dan Anthony Ginting Absen
-
Australian Open 2026: Wajah Indonesia Terselamatkan Gelar Tunggal Putra
-
Tersingkir di Australian Open 2026, Leo/Daniel Jadikan Kekalahan dari Liang/Wang Tolok Ukur
-
Raymond/Nikolaus Gagal Juara, Indonesia Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko
-
Marc Marquez Bidik Kemenangan Beruntun, Siap Tampil Maksimal di MotoGP Ceko 2026
-
Muhamad Yusuf Singkirkan Unggulan Pertama, Melaju ke Semifinal Macau Open 2026
-
Veda Ega Pratama Finis Posisi ke-15 di Latihan Moto3 GP Ceko, Harus Lewati Q1
-
MMA Indonesia Bidik Dominasi di Asia, Jaring Talenta Lewat Kejurnas 2026
-
Psywar Final IBL 2026: Bogor Hornbills Pamer Pemain Asing, Jeff Withey Beri Peringatan Keras
-
Bogor Hornbills Tak Gentar Hadapi Nama Besar Pelita Jaya di Final IBL 2026
-
Erick Thohir Sebut MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Sport Tourism Kelas Dunia