Sport / Raket
Selasa, 03 Maret 2020 | 19:28 WIB
Ilustrasi kekerasan seksual (Shutterstock).

Suara.com - Pengadilan di Victoria, Kanada, menyatakan mantan pelatih bulutangkis junior Harry Charles Sadd bersalah atas dakwaan sodomi terhadap enam murid laki-laki, Senin (2/3/2020) waktu setempat.

Sadd, yang kini berusia 73 tahun, dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Vonis itu lebih rendah dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum.

Kuasa hukum terdakwa menyatakan ada beberapa faktor yang meringankan hukuman Sadd. Termasuk usia terdakwa.

Aksi bejat Sadd itu sejatinya terjadi di tahun 1970-an dan 1980-an di Esquimalt dan Victoria, Kanada.

Namun para korban baru melaporkan permasalahan itu pada Juni 2019 lalu.

Pelaku sodomi yang juga mantan pelatih bulutangkis junior, Harry Charles Sadd. [Dok. Kepolisian Victoria]

Dalam persidangan mantan pelatih bulutangkis itu diketahui ratusan kali melakukan sodomi kepada beberapa anak murid laki-lakinya.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Sadd membuat salah satu korban lega setelah bertahun-tahun menutup rasa sakit hatinya.

"Saya sudah dua kali ke pengadilan ini dalam dua minggu terakhir, untuk melihat Sadd diborgol. Dia pantas berada di tempat dia sekarang," kata korban yang disembunyikan identitasnya.

"Alasan saya ke sini agar tidak ada lagi korban...saya anak yang normal dan itu terjadi pada saya dan juga teman saya," sambungnya dikutip Suara.com dari Times Colonist, Selasa (3/3/2020).

Baca Juga: Rencana Mundur dari Pelatnas PBSI, Tontowi Ahmad Temui Richard Mainaky

Sadd sendiri mengakui kesalahannya telah kasus sodomi sejumlah anak muridnya di olahraga bulutangkis yang berusia 9 hingga 15 tahun.

Load More