Sport / Arena
Selasa, 05 Mei 2020 | 13:03 WIB
Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun (keempat dari kiri) dalam konferensi pers terkait ASEAN Para Games 2020 Filipina di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (16/12/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Multievent atlet difabel Asia Tenggara, ASEAN Para Games (APG) 2020 batal digelar. Para atlet pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Indonesia pun legawa tak digaji.

Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun membenarkan bahwa pembatalan APG 2020 membuat pelatnas untuk sementara dibubarkan.

Kondisi itu disebutnya jadi dasar NPC tak memberikan gaji kepada atlet pasca dipulangkan ke daerah masing-masing.

"Semuanya ditunda (

Pasangan ganda campuran para-bulutangkis Indonesia, Hary Susanto/Leani Ratri Oktila. (Suara.com/Arief Apriadi)

karena pandemi Covid-19). Otomatis tidak ada gaji, semua pulang," kata Senny saat dihubungi wartawan, Selasa (5/5/2020).

"Wajar tidak ada keluhan, semua mengerti ini masalah dunia," tambahnya.

Pernyataan Senny Marbun diamini oleh atlet para bulutangkis putri, Leani Ratri Oktila. Peraih dua medali emas ASIAN Para Games 2018 itu paham dengan kondisi yang ada.

"Kalau saya sejauh ini tak begitu masalah mau digaji atau tidak. Menurut saya, yang terpenting adalah bisa tetap latihan untuk mempersiapkan diri dan stamina," jelas Leani.

Sebelum resmi dibatalkan, APG 2020 memang mengalami banyak kendala dalam proses persiapannya.

Baca Juga: Menpora Bincang Santai Bareng Peraih Emas Asian Games Hanifan dan Pipiet

Filipina selaku tuan rumah awalnya akan menggelar ajang tersebut pada Januari 2020. Namun diundur ke Maret lantaran masalah finansial.

Tak lama berselang, negara yang dipimpin Presiden Rodrigo Duterte itu kembali menunda multievent itu hingga bulan Mei, sebelum pandemi Covid-19 merusak seluruh rencana.

Load More