Suara.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti enggan memberi tanggapan ihwal namanya disebut-sebut dalam sidang kasus dugaan korupsi terdakwa eks Menpora Imam Nahrawi.
Sidang tersebut berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jakarta pada 6 Maret lalu. Saat itu, eks pebulutangkis Taufik Hidayat dihadirkan sebagai saksi lewat video conference.
Dalam proses persidangan, jaksa menyebut nama Susy Susanti saat memberi pertanyaan kepada Taufik.
Susy dikatakan sempat menagih uang anggaran yang pada akhirnya diberikan kepada Imam Nahrawi.
Jaksa tak menyebutkan perihal uang anggaran terkait apa yang ditagih Susy melalui Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima Tommy Suhartanto.
Taufik Hidayat sendiri menjawab tak tahu-menahu. Dia membantah telah menerima uang Rp 800 juta seperti yang dikatakan Tommy Suhartono.
"Maaf ya saya no comment. Bukan kapasitas saya untuk menjawab ini secara pribadi," kata Susy saat dihubungi Suara.com, Rabu (13/5/2020).
Susy juga enggan menjelaskan lebih jauh terkait duduk perkara tagih menagih uang anggaran itu.
Siapa yang menyuruhnya dan untuk apa uang itu digunakan tak dia ungkapkan.
Baca Juga: Kemenpora Takkan Tuntut Taufik Hidayat soal Tudingan Banyak "Tikus"
"Saya no comment saja, saya tidak jawab. Mungkin bisa ditanyakan kepada orang-orang di persidangan. Datanya kan di sana," kata Susy.
"Saya tidak bisa menjawab dalam kapasitas pribadi. Sebaiknya tanya ke PBSI saja," tandas legenda bulutangkis Indonesia.
Berita Terkait
-
Kemenpora Takkan Tuntut Taufik Hidayat soal Tudingan Banyak "Tikus"
-
Soal Kritik Pedas Taufik Hidayat, Ketua Harian PBSI Serahkan pada Wiranto
-
Taufik Hidayat: Olahraga Bukan Prioritas di Indonesia
-
Taufik Hidayat Tak Mau Putranya Ikuti Jejak sebagai Atlet
-
Sama-sama Flamboyan, Ini Beda Selera Mobil Kevin Sanjaya dan Taufik Hidayat
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas Daihatsu untuk Lansia yang Murah, Aman dan Mudah Dikendalikan
- Apa Perbedaan Sepatu Lari dan Sepatu Jalan Kaki? Ini 6 Rekomendasi Terbaiknya
- 5 Mobil Bekas Toyota Pengganti Avanza, Muat Banyak Penumpang dan Tahan Banting
- 27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 3 Januari 2026: Ada Arsenal 110-115 dan Shards
- iQOO 15R Lolos Sertifikasi Resmi, Harga Diprediksi Lebih Terjangkau
Pilihan
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
-
Eksplorasi Museum Wayang Jakarta: Perpaduan Sejarah Klasik dan Teknologi Hologram
-
4 Rekomendasi HP Murah RAM 8 GB Baterai Jumbo, Aman untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Jakarta Livin' by Mandiri (JLM) Luncurkan Skuad Lengkap, Siap Tancap Gas di Proliga 2026
-
Era Baru Jakarta Electric PLN Mobile di Proliga 2026: Duet Bintang TurkiBelanda Jadi Senjata Utama
-
Tantangan Berat Wakil Indonesia di Malaysia Open 2026: Perang Saudara hingga Lawan Unggulan
-
Undian Maut Malaysia Open 2026: Jafar/Felisha Dihadang Tembok Tebal Tuan Rumah
-
Malaysia Open 2026 Hadirkan 'Perang Saudara', Dua Wakil Indonesia Langsung Saling Berhadapan
-
Hasil Undian Malaysia Open 2026: Wakil Indonesia Langsung Hadapi Lawan Tangguh Sejak Babak Awal
-
Putri KW Tak Pasang Target Muluk-muluk di Malaysia Open 2025
-
Alwi Farhan Jadikan Malaysia Open 2026 Titik Awal Perburuan Tiket BWF World Tour Finals
-
IBL 2026: Misi Tangerang Hawks Melangkah Lebih Jauh
-
FIBA Tetapkan Dame Diagne sebagai Pemain Lokal di IBL, Boleh Perkuat Timnas Basket Indonesia