Suara.com - Legenda bulutangkis Indonesia, Rudy Hartono masih memiliki perhatian dan cita-cita besar terhadap perkembangan olahraga tepok bulu di Tanah Air kendati telah lama pensiun.
Sebagai salah satu ikon bulutangkis termasyhur di dunia, Rudy Hartono masih punya keinginan berkontribusi dalam perkembangan olahraga yang melambungkan namanya itu.
Rencananya, di akhir tahun 2020 ini, ia bersama pihak sponsor akan membuat sebuah program dengan tujuan memperkenalkan bulutangkis di tingkat sekolah dasar (SD).
Kegiatan itu bakal berlangsung di sejumlah kota Indonesia. Sebagai langkah awal, kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Semarang, Yogyakarta, dan Malang, jadi sasaran utama.
"Ini keinginan saya memasyarakatkan bulutangkis, agar masuk sekolah SD. Saya harus bekerja sama dengan perusahaan yang minat mendukung," kata Rudy Hartono saat dihubungi Suara.com.
Program yang namanya enggan dibeberkannya itu, disebut Rudy telah dia pikirkan sekitar 10 tahun lalu.
Namun, kesempatan untuk mewujudkannya baru muncul baru-baru ini.
"Sudah saya pikirkan 10 tahun lalu, cuma belum bisa tembus. Ini sudah ada titik terang, tapi baru titik, belum jadi sinar," jelas Rudy Hartono diselingi tawa.
Menurut mantan tunggal putra terbaik di dunia itu, bulutangkis merupakan olahraga yang cocok digeluti masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Positif Covid-19, 5 Fakta Legenda Tinju Dunia Roberto Duran
Bukan hanya terbukti mempersembahkan prestasi internasional bagi Merah Putih, bulutangkis disebutnya juga amat cocok dengan fisik orang Asia yang lentur.
Tingkat SD dipilih Rudy juga bukan tanpa alasan. Menurutnya, memperbaiki mental masyarakat Indonesia itu harus sejak dini, di mana peran olahraga juga sangat penting dalam praktiknya.
"Pada usia dini, seseorang tak cukup hanya diberikan wejangan mengenai Pancasila dan budi pekerti. Tapi bagaimana membina tubuh dan jiwa yang kuat," papar pria 70 tahun itu.
"Olahraga itu merupakan pertarungan, tapi semua dilakukan dengan jujur, usaha dan niat. Olahraga juga diakui dunia, kenapa sampai ada kejuaraan Olimpiade."
"Kalau anak-anak diperkenalkan olahraga secara teratur, dia akan menghargai waktu dan kesempatan," tambahnya.
Program yang dirancang Rudy ini akan fokus membina siswa-siswi sekolah dasar untuk menemukan bakatnya di bulutangkis.
Berita Terkait
-
Juara Umum! Indonesia Borong 4 Gelar di Thailand Masters 2026
-
Jejak Abadi Rudy Hartono hingga Tontowi Ahmad, Legenda Indonesia Isi Museum Bulu Tangkis Dunia BWF
-
Mundur dari Indonesia Masters 2026, Jonatan Christie Pilih Jaga Kondisi
-
Final Perdana Jonatan Christie di 2026: Harapan Gelar Super 750 di India
-
Bongkar Pasang Ganda Putri 2026: Alasan Karel Mainaky Ambil Keputusan Besar
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Fokus dan Kendalikan Euforia, Putri KW Siap Hadapi All England
-
Gloria Emanuelle Widjaja Petik Pelajaran usai Terhenti di Semifinal German Open 2026
-
Terhenti di Semifinal German Open 2026, Tiwi/Fadia Siap Bangkit di All England
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
Waspadai Wakil China, Tiwi/Fadia Tekad Kurangi Error di Semifinal German Open 2026
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora