Suara.com - Cal Crutchlow baru-baru ini menanggapi keputusan Honda yang mendatangkan Pol Espargaro dengan perkataan bernada miring.
Dilansir dari Crash (16/7/2020), ia menganggap keputusan Honda ini 'lucu'.
"Saya tak terkejut, sauya tahu sejak jauh-jauh hari. Yang lebih mengejutkan adalah siapa yang didatangkan oleh Honda," tutur pembalap bernomor 35 tersebut.
"Bukannya tak menghormati, namun kenyataannya jika mereka mendatangkan pembalap sekelas Dovi tentu akan menimbulkan perasaan yang berbeda dari saya," imbuhnya.
"Namun mereka malah memilih Espargaro yang baru meraih 1 podium selama 6 tahun di MotoGP. Bahkan mereka menggeser Alex," lanjutnya.
Walaupun tergusur dari LCR Honda di mana posisinya digantikan oleh Alex Marquez, Crutchlow merasa tak tersinggung.
"Saya sudah melewati lima musim dengan Honda dan ini bakal menjadi yang keenam," tutur Crutchlow.
Selama di Honda, ia telah meraih 12 podium dengan tiga kemenangan. Catatan ini melebihi semua pembalap tim satelit MotoGP dalam periode yang sama.
"Kami telah menang tiga kali dan meraih 12 podim. Tanpa mereka saya tak akan bisa melakukannya, mereka juga tak bisa melakukannya tanpa saya," pungkasnya.
Baca Juga: Lampu Merah Dibuat Starting Grid ala MotoGP, Warga: Kirain Mau Ada Balapan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara
-
Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games