Suara.com - Juara dunia sembilan kali Valentino Rossi berbincang soal masa depannya di MotoGP, dan mengungkapkan jika ia masih ingin turun balap tahun depan. Demikian dikutip dari kantor berita Antara.
Bintang kelahiran Urbino, Italia itu menjalani musim ke-15 membela tim pabrikan Yamaha, sebelum digantikan Fabio Quartararo dari Petronas Yamaha tahun depan.
Untuk 2020, musim balapan MotoGP tertunda akibat COVID-19 dan baru akan start akhir pekan ini di Jerez, Spanyol. Dan Valentino Rossi harus mengubah pendekatannya soal masa depannya di dunia balap.
"Situasi ini memaksa saya mengubah rencana. Saya perlu balap di 2020 agar bisa menentukan apakah tetap balapan untuk musim 2021 jika masih cepat dan kompetitif. Namun akhirnya harus mengambil keputusan tanpa menilai performa balapan," paparnya di sesi jumpa pers menjelang Grand Prix (GP) Spanyol, seperti dikutip kantor berita Antara dari laman resmi MotoGP, Kamis (16/7/2020).
Keputusan Valentino Rossi terus balapan ini mendapat dukungan penuh dari Yamaha. Ia ditawari bergabung dengan tim satelit, Petronas Yamaha untuk musim 2021.
"Saya telah berdiskusi banyak dengan Yamaha dan ingin lanjut. Hal itu menjadi tugas besar karena harus bekerja keras ketika di usia yang tak lagi muda," tukas Valentino Rossi yang kini berusia 41 tahun.
"Saya ingin menjadi bagian dari musim balap tahun depan dan bersama Yamaha telah sepakat, juga berbicara dengan tim Petronas," lanjut rider MotoGP berjuluk The Doctor itu.
Sehari sebelumnya, Valentino Rossi mengungkapkan jika dirinya 99 yakin akan membalap dengan tim asal Malaysia di tahun depan, kendati belum menandatangani kontrak.
Baca Juga: Valentino Rossi Sebut 99 Persen akan Membalap di Petronas Yamaha 2021
"Semuanya sudah pasti. Saya belum menandatangani kontrak karena mereka belum siap. Juga kami harus membangun tim di mana banyak orang akan pindah dari satu tim ke tim lainnya. Saya sendiri bertukar tempat dengan Fabio Quartararo," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Mulai Menjauh, Fabio Quartararo Sudah Tak Aktif Kembangkan Motor Yamaha
-
Tak jadi ke Yamaha, Fabio Di Giannantonio Perpanjang Kontrak dengan VR46?
-
Jadwal Astra Honda Dream Cup 2026: Hadir di 3 Kota Besar, Vario 160 Masuk Lintasan
-
Diisukan Pindah ke KTM, Alex Marquez Masih Fokus Kembangkan Motor Ducati
-
Leiden 2020-1920: Saat Sejarah Menjadi Misteri yang Harus Diselidiki
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Terinspirasi NCAA Amerika Serikat, Campus League Resmi Diluncurkan di Jakarta
-
Jadwal Tim Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2026, Duel Perdana Lawan Aljazair
-
Tak Sabar Debut, Ubed: Bagi Saya Piala Thomas Lebih Bergengsi
-
AYO Padel Fest 2026: Pesta Olahraga Urban Terbaru Resmi Gebrak Kawasan Tangerang
-
Debut Pelatih di Thomas Cup 2026, Hendra Setiawan Akui Lebih Pusing Daripada Jadi Pemain
-
Final Four Priloga 2026: Jakarta Lavani Kalahkan Surabaya Samator 3-0
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Edisi Perdana Piala Dunia Rallycross
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Butuh Kemenangan Atas Bhayangkara untuk Juarai Putaran Kedua
-
Musda Perbasi Jabar Diulang? Epriyanto Kasmuri Bingung, DPP Dituding Bikin Keputusan Janggal