Entertainment / Gosip
Senin, 08 Juni 2026 | 13:06 WIB
Ilustrasi sepeda. (Pexels)
Baca 10 detik
  • Pech Theara, remaja berusia 13 tahun asal Kamboja, memenangkan kejuaraan balap sepeda gunung meski berasal dari keluarga prasejahtera.
  • Theara sempat diejek karena menggunakan sepeda tua berkarat serta bertelanjang kaki saat mengikuti perlombaan di lokasi tersebut.
  • Keberhasilan Theara meraih podium pertama menuai apresiasi luas dari warganet karena membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang meraih prestasi.

Suara.com - Kisah inspiratif datang dari seorang bocah berusia 13 tahun bernama Pech Theara.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya, Theara membuktikan bahwa ketiadaan modal dan fasilitas bukanlah penghalang untuk meraih mimpi besar di dunia olahraga balap sepeda gunung.

Kisah perjuangan Theara yang menyentuh hati ini viral di media sosial setelah diunggah ulang oleh akun Instagram @rumpi_gosip baru-baru ini.

Theara lahir dari keluarga prasejahtera di Kamboja, di mana ayahnya bekerja sebagai buruh kasar dan ibunya sedang menderita penyakit kronis.

Keterbatasan tersebut membuatnya terpaksa mendaftar kejuaraan sepeda gunung remaja dengan peralatan yang jauh dari kata layak.

Saat datang ke lokasi perlombaan, Theara sempat menjadi bahan ejekan dan tertawaan peserta lain karena menggunakan sepeda tua yang sudah berkarat, tanpa helm pelindung, tanpa sarung tangan, bahkan tanpa menggunakan alas kaki alias bertelanjang kaki.

Namun, begitu peluit dimulainya perlombaan dibunyikan, Theara langsung melesat kencang meninggalkan lawan-lawannya di lintasan yang penuh lumpur, batu, serta tanjakan curam yang berbahaya.

Theara berhasil merebut podium pertama dan membungkam seluruh keraguan serta ejekan yang sempat diarahkan kepadanya sebelum balapan dimulai.

"Saya datang ke sini untuk bersaing. Sejak tiba, saya berpikir untuk menang. Dan saya melakukannya," tegas Pech Theara usai menyelesaikan perlombaan dengan hasil yang gemilang.

Baca Juga: Demi Jalan-Jalan Lepas Penat, Ibu di Bantul Tega Lakban Mulut dan Kaki Balitanya di Kontrakan

Respons Haru dan Kritik Warganet

Keberhasilan luar biasa yang diraih oleh Theara ini langsung memicu gelombang pujian dari warganet. Banyak yang merasa terinspirasi oleh mental baja yang dimiliki oleh bocah berusia 13 tahun tersebut.

"Mentalmu sudah terbentuk untuk menghadirkan dunia ini nak," tulis akun @rhd*** di kolom komentar dengan nada kagum.

Beberapa warganet juga mengaitkan kisah Theara dengan perjuangan atlet legendaris asal Indonesia yang berjuang dari bawah.

"Ini mah kayak Zochri, sprinter kita asal Lombok yang lahir sederhana tapi juara, proud of you," tulis akun @dia***.

Namun, ada pula warganet yang melayangkan kritik terhadap ketatnya birokrasi pendaftaran lomba olahraga di Indonesia yang dinilai kurang ramah terhadap atlet berbakat dari kalangan prasejahtera.

"Kalau di Indonesia pasti ditolak ikut dengan alasan tanpa alat perlengkapan yang memadai... Memuakkan," tulis akun @ady*** yang menyayangkan adanya batasan administratif dalam pencarian bakat olahraga lokal.

Load More