Bisnis / Keuangan
Minggu, 07 Juni 2026 | 12:30 WIB
Ilustrasi emas. (Freepik/wirestock)

Suara.com - Membangun masa depan finansial yang memadai dan solid tidak cukup hanya dengan mengandalkan satu jenis aset saja.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ancaman inflasi, para investor dituntut untuk lebih bijak dalam menyusun strategi perlindungan kekayaan.

Salah satu langkah proteksi klasik yang terbukti efektif menghadapi guncangan pasar adalah melakukan diversifikasi investasi dengan emas.

Namun, agar imbal hasil tetap optimal, investor harus cermat untuk menghitung berapa idealnya porsi emas dalam portofolio investasi. Nah, simak penjelasan lebih lanjut di artikel ini.

Berapa Idealnya Porsi Emas dalam Portofolio Investasi?
Pada dasarnya, tidak ada angka mutlak. Namun, terdapat satu rule of thumb yang kerap digunakan sebagai baseline alokasi emas, yaitu sekitar 5-10% dari total portofolio.

Angka ini dinilai cukup untuk memberikan proteksi sekaligus membantu dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas maupun pertumbuhan aset lainnya.

Sebab, emas bukan instrumen yang bertumbuh secara agresif seperti saham teknologi meskipun peranannya krusial, yaitu sebagai safe haven, hedging, serta diversifier.

Apabila porsi emas dalam portofolio investasi terlalu besar, maka dikhawatirkan potensi return jangka panjang akan tertahan. Alokasi emas untuk setiap investor biasanya tidak sama.

Ini dapat didasarkan pada profil risiko mereka. Adapun penjelasan terkait besaran porsi emas adalah sebagai berikut.
1. Investor Konservatif
Secara umum, investor konservatif berfokus pada stabilitas dan mengutamakan perlindungan modal. Jenis investor ini cenderung tidak nyaman dengan drawdown besar.

Baca Juga: Cara Cerdas Simpan Dana dengan Perlindungan Maksimal di Deposito BRI

Jadi, besaran alokasi yang dipertimbangkan berada di kisaran 8-12% atau lebih mendekati 10% untuk meminimalkan risiko fluktuasi tajam ketika pasar saham bergejolak.

2. Investor Moderat
Walaupun bersedia menerima volatilitas terukur, alokasi emas untuk investor moderat biasanya sebesar 5-10%. Porsi ini dianggap mampu melindungi tanpa terlalu membatasi potensi return.

Hal tersebut sejalan dengan orientasi investor moderat, yaitu keselarasan antara peningkatan imbal hasil dan keamanan modal.

3. Investor Agresif
Kebalikan dari investor konservatif, jenis investor dengan profil risiko agresif justru siap menerima volatilitas tinggi karena memang menitikberatkan pada pertumbuhan jangka panjang.

Oleh karena itu, porsi emas dalam portofolionya bisa lebih kecil, yakni 3-5%. Alih-alih proteksi utama, emas dalam konteks ini berfungsi sebagai pelindung tambahan (diversifikasi ringan).

Strategi Memelihara Keseimbangan Porsi Aset
Untuk menjaga proporsi portofolio tetap sehat, menentukan alokasi emas saja tidak cukup. Investor juga perlu melakukan rebalancing berkala (setiap 6 atau 12 bulan sekali).

Load More