Suara.com - Pada gelaran MotoGP Ceko 2020 yang diselenggarakan akhir pekan lalu menyisakan euforia untuk tim KTM.
Hal ini dikarenakan mereka berhasil meraih podium pertamanya berkat kegigihan dari seorang pembalap mereka, Brad Binder.
Kemenangan ini lantas tak membuat semua orang senang. Ada juga yang menuduh kemenangan KTM ini ada unsur kecurangan di dalamnya.
Hal ini diungkapkan oleh pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo. Ia mencurigai adanya keanehan dengan motor KTM saat menjalani balapan.
Pembalap Petronas Yamaha SRT ini mencurigai soal bagaimana KTM bisa menjaga konsisten menjaga ritme di saat motor lain kehabisan ban jelang balapan berakhir.
Memang terlihat bahwa Brad Binder begitu mudah melewati pembalap lain hingga menang, begitu juga dengan Pol Espargaro meski akhirnya gagal finis. Fabio Quartararo merasa aneh karena merasa dirinya dan pembalap lain kesulitan, hingga istilah ban gaib kembali mencuat karena kecurigaan tersebut.
Performa Binder di akhir balapan memang mengisyratkan bahwa ban motornya baik-baik saja, meski seusai balapan tidak tertangkap kamera sekalipun. Menurut Quartararo, KTM diuntungkan karena sudah melakukan banyak pengetesan ban di sirkuit Brno.
"Saya mengira KTM telah melakukan banyak tes di Brno dan Austria. Aku juga merasa Michelin bekerja sama dengan mereka untuk memilih ban yang dipakai pada balapan kemarin," kata Quartararo dilansir dari Corsedimoto.com.
"Aku tak yakin berapa lama mereka tes dengan Dani, tapi kupikir mereka (KTM) sudah tahu ban mana yang akan dipakai untuk balapan ini sebelum weekend balap dimulai," tegas Quartararo.
Baca Juga: KTM Tolak Anggapan Brad Binder Menang karena Beruntung
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Satria Muda Cuci Gudang! Dua Pemain Asing Didepak di Tengah Musim
-
Hapus VIP, Harga Tiket Indonesia Open 2026 Diklaim Merakyat, Termurah Rp40 Ribu
-
Bidik Predikat Terbaik Dunia, Indonesia Open 2026 Gabungkan Kecanggihan Teknologi dan Sport
-
Gerry Salim Harumkan Nama Indonesia, Raih Podium Kedua di ARRC Sepang 2026
-
Puji Dampak IBL All-Star 2026, Ditjen Imigrasi Bentuk Tim Permudah Masuknya Pemain Asing
-
Pertamina Enduro Selangkah ke Grand Final Proliga 2026 Usai Tundukkan Electric PLN 3-2
-
Jakarta Bhayangkara Presisi Tumbangkan Samator 3-0, Persaingan Final Proliga 2026 Makin Ketat
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
AVC Cup 2026: Timnas Voli Putra Indonesia Masuk Grup Neraka, Ada Thailand hingga Korea
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat