Suara.com - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tak menutup kemungkinan untuk menjadi tuan rumah tiga turnamen sekaligus, menyusul perubahan jadwal lanjutan kompetisi BWF tahun ini.
Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada Kamis (27/8/2020), kembali merevisi sisa jadwal kompetisi 2020. Mereka hanya akan menyelenggarakan enam turnamen saja.
Keenam turnamen itu adalah Piala Thomas dan Uber, Denmark Open I, Denmark Open II, serta Asia Open I, Asia Open II, dan BWF World Tour Finals 2020.
Tiga turnamen yang disebutkan pertama akan berlangsung di Denmark. Selain Piala Thomas dan Uber yang akan bergulir di Aarhus, dua lainnya bakal berlangsung di Odense.
Sementara tiga turnamen lain yakni Asia Open I, Asia Open II, dan BWF World Tour Finals direncanakan bakal berlangsung di satu negara Asia.
Perihal wacana tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBSI Achmad Budiharto mengatakan tiga turnamen itu mungkin saja berlangsung di Indonesia.
Apalagi, lanjut Budiharto, pemerintah Indonesia juga telah memberi lampu hijau untuk menggelar turnamen-turnamen olahraga.
"Seri di Asia mungkin saja di Indonesia, banyak hal yang harus dibicarakan karena masalahnya cukup kompleks," kata Achmad Budiharto dalam rilis.
"Kalau dari pemerintah, sudah ada lampu hijau untuk mengadakan event olahraga di Indonesia, tapi tetap dengan protokol Covid-19 karena concern-nya tetap keselamatan atlet dan stakeholder lainnya."
Baca Juga: PBSI Bakal Kirim Pebulutangkis RI ke 3 Turnamen Beruntun di Denmark
BWF dalam rilis resminya, telah mengatakan bahwa keputusan menyederhanakan jadwal kompetisi dan tempat pertandingan dilakukan demi mencegah penyebaran infeksi virus Corona.
Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund mengatakan bahwa wabah Covid-19 membuat BWF harus mengimplementasikan jadwal penyelenggaraan turnamen seperti di atas.
Menurut Lund, penyelenggaraan turnamen di berbagai negara memerlukan pengaturan perjalanan dengan ketentuan yang berbeda, sesuai ketentuan masing-masing negara penyelenggara dan ini akan menjadi tantangan besar bagi negara peserta.
Berita Terkait
-
PBSI Bakal Kirim Pebulutangkis RI ke 3 Turnamen Beruntun di Denmark
-
Top 5 Sport: Kevin Sanjaya Cs Pindah Latihan ke GOR Milik Marcus Gideon
-
BWF Rombak Jadwal, Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah 3 Tur Asia Sekaligus
-
Hari Ini, Kevin Sanjaya Cs Pindah Latihan ke GOR Milik Marcus Gideon
-
Indonesia Open 2020 Batal, PBSI Tunggu Penjelasan BWF
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Adopsi Sistem Skor Baru BWF, CL Badminton 2026 Segera Bergulir!
-
Fardhan Rainanda Joe Lolos ke Semifinal Kejuaraan Asia Junior 2026, Bidik Upgrade Medali
-
Joan Mir Resmi Merapat ke Gresini Racing, Siap Duet Bareng Daniel Holgado di MotoGP 2027
-
Indonesia Berjaya di Kejuaraan Para Bulu Tangkis Eropa, Leani Ratri Borong Lima Emas
-
HYROX Jakarta 2026: Adu Fisik dan Mental, Ribuan Peserta Bersatu Lawan Batas Diri
-
Mandiri Jogja Marathon 2026: AQUA Hadirkan Hidrasi dengan Sentuhan Budaya
-
Draymond Green Tolak Kontrak Rp443 Miliar, Buka Pintu Lebar Bagi LeBron James ke Warriors
-
Timnas Voli Indonesia Tembus Peringkat 43 Dunia Usai Segel Gelar Juara AVC Cup 2026
-
Perombakan Besar Yamaha! Fabio Quartararo dan Alex Rins Dipastikan Hengkang di Akhir Musim 2026
-
Padukan Olahraga dan Festival Budaya, Bhinneka Run 2026 Janjikan Pengalaman Lari Berbeda di TMII