Sport / Arena
Rabu, 09 September 2020 | 00:43 WIB
Menteri Olimpiade Jepang Seiko Hashimoto dalam foto arsip 17 Maret 2020 pada sebuah jumpa pers. Hashimoto menandaskan Olimpiade 2020 di Tokyo yang sudah dimundurkan ke 2021 harus digelar tahun depan apa pun risikonya. (AFP/KAZUHIRO NOGI)

Suara.com - Olimpiade 2020 di Tokyo yang sudah diundur ke 2021 harus digelar tahun depan apa pun risikonya. Hal itu diungkapkan Menteri Olimpiade Jepang Seiko Hashimoto, Selasa (8/9/2020).

Berbicara dalam jumpa pers, Hashimoto menegaskan Olimpiade harus menguntungkan atlet tak peduli tantangan yang dipesankan oleh pandemi virus corona baru.

Pemerintah Jepang dan Komite Olimpiade Internasional mengambil keputusan yang tidak biasa Maret silam ketika menunda Olimpiade yang sedianya berlangsung Juni tahun ini menjadi Juni 2021 karena pandemi COVID-19.

"Setiap orang yang terlibat dalam Olimpiade tengah kerja bareng untuk menyiapkan dan para atlet tengah melakukan upaya luar biasa menuju tahun depan," kata Hashimoto.

Seorang kamerawan mengenakan masker pelindung wajah menyusul wabah penyakit virus corona (COVID-19) di depan spanduk yang memperlihatkan logo-logo perusahaan dan sponsor Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 di ruang media di Tokyo, Jepang, Selasa (17/3/2020). ANTARA/REUTERS/Issei Kato/aa. (REUTERS/ISSEI KATO/ISSEI KATO)

"Saya kira kami harus menggelar Olimpiade apa pun risikonya," sambungnya seperti dikutip Antara dari Reuters.

"Saya ingin mengonsentrasikan semua upaya kami ke langkah-langkah melawan virus corona baru."

Para pejabat pemerintah Jepang, pemerintah kota Tokyo dan komite penyelenggara Olimpiade bertemu untuk pertama kalinya pekan lalu guna mengembangkan langkah-langkah mengendalikan virus corona dalam Olimpiade itu.

Dalam wawancara dengan Reuters pada Juli, CEO Tokyo 2020 Toshiro Muto mengatakan penyelenggara sudah menyiapkan Olimpiade tahun depan sekalipun pandemi global COVID-19 belum terkendali.

Penyelenggara sudah mempelajari sekitar 200 proposal mengenai cara terbaik mengatasi virus itu, termasuk melonggarkan pembatasan perjalanan untuk atlet asing, langkah-langkah anti-virus di Perkampungan Atlet dan bagaimana mengendalikan penonton.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Besutan Shin Tae-yong Dibuat Remuk Kroasia 7-1

Load More