Suara.com - Mantan petenis nomor satu dunia, Andy Murray langsung tersingkir sejak babak pertama turnamen indoor ATP di Cologne, Jerman, ketika dia menyerah dari petenis Spanyol, Fernando Verdasco, Rabu (14/10/2020) pagi WIB.
Pada pertandingan ini, Verdasco mengonversi match point keempatnya untuk menang 6-4, 6-4 atas petenis kawakan Inggris Raya itu.
Ini adalah turnamen keempat yang diikuti Murray pada 2020 selama musim yang diganggu cedera yang membuat dia terlempar ke peringkat 115.
Juara Olimpiade dua kali itu kesulitan menemukan kembali permainan terbaiknya setelah bedah pinggul awal tahun ini.
"Berat sekali, saya punya sedikit peluang, tetapi saya tidak melakukan servis dengan baik dan lapangan ini lamban sekali, jadi penting untuk mendapatkan break point yang mana tidak saya peroleh," kata Murray seperti dikutip AFP, Rabu (14/10/2020).
"Dia bermain lebih bagus ketimbang saya," ungkap petenis berusia 33 tahun itu.
Murray berharap bisa memanfaatkan dua turnamen berturut-turut di Cologne untuk meluncurkan lagi musimnya setelah bulan lalu juga tersingkir mudah pada babak pertama French Open melawan Stan Wawrinka dan akan tetap mengikuti event indoor pekan depan.
"Saya akan bertahan dan bermain pekan depan, berlatih dalam beberapa hari ke depan," kata dia. "Itu bukan kemajuan besar (dari kekalahan melawan Wawrinka), saya perlu berlatih, memainkan laga dan semakin baik."
Ini adalah kekalahan ketiga berturut-turut Murray melawan Verdasco yang berperingkat 62 yang terakhir kali mengalahkan dia dua kali pada 2018, namun Murray masih memimpin 13-4.
Baca Juga: Novak Djokovic: Rafael Nadal Memang Fenomenal
Murray berpeluang menyamakan kedudukan pada set kedua dengan tiga kali break point pada kedudukan tertinggal 4-5, namun Verdasco menggencarkan tekanannya dengan melepaskan ace keenamnya untuk kembali mengendalikan permainan dan akhirnya membungkus kemenangan itu.
Pada babak kedua, Verdasco akan menantang Alexander Zverev dari Jerman.
[Antara]
Berita Terkait
-
Gol Salto Sensasional Scott McTominay Bikin Kagum Legenda Tenis Dunia: Apa-apaan Itu
-
Ben Shelton Cetak Rekor Usai Juara ATP Masters 1000
-
Tersingkir di Wimbledon, Andy Murray dapat Penghormatan Emosional
-
Jannik Sinner Ambil Alih Peringkat 1 Dunia ATP dari Novak Djokovic
-
Rekor Baru Novak Djokovic: Petenis Peringkat Satu Dunia Tertua Sepanjang Sejarah
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar