Suara.com - Pebulutangkis tunggal putri India, Pusarla V. Sindhu bikin kaget para penggemar dan pecinta bulutangkis di seluruh dunia dengan kabar pensiun mendadak.
Lewat Twitter, peraih medali emas Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 itu mengunggah tiga buah foto yang berisi barisan pesan.
Foto pertama berisi kalimat singkat berbunyi "Denmark Open was the final straw, I Retire" atau jika diartikan bebas menjadi "Denmark Open adalah pukulan terakhir, saya pensiun."
Sementara pada foto kedua, Sindhu menuliskan pesan yang bisa dibilang menyentuh, terkait alasan utama dirinya memutuskan 'pensiun'
"Saya sudah berpikir untuk jujur dengan perasaan saya untuk sementara waktu sekarang. Saya akui saya telah berjuang untuk menghadapinya. Sasanya sangat salah, Anda tahu. Itulah mengapa saya menulis hari ini untuk memberi tahu bahwa saya sudah selesai," tulis Sindhu di Twitter.
"Bisa dimaklumi jika Anda kaget karena bingung tetapi pada saat Anda selesai membaca ini, Anda pasti sudah belajar tentang sudut pandang saya, dan semoga akan mendukungnya juga."
Pesan itu sontak membuat pengikut Sindhu di Twitter terkaget-kaget apabila tidak membaca keseluruhan pesan khsusunya pada unggahan foto ketiga.
Sindhu ternyata tidak sungguh-sungguh berniat pensiun dari dunia bulutangkis. Ada niat mulia dibalik keisengannya tersebut.
Dalam unggahan foto ketiga, dia menjelaskan bahwa 'pensiun' yang dimaksudkan adalah menghentikan sikap masa bodoh terkait pandemi Covid-19.
Baca Juga: Melati Daeva Masih Yakin Lolos BWF World Tour Finals 2020
Tunggal putri peringkat tujuh dunia itu mengajak semua orang untuk lebih bertanggung jawab dalam menghadapi pandemi virus Corona mulai dari mengikuti protokol kesehatan dan langkah lainnya.
"Yang terpenting, saya memilih untuk pensiun dari standar kebersihan yang di bawah standar dan sikap kami yang lesu terhadap virus," kata Sindhu.
"Kita tidak boleh ngelantur, kita harus lebih siap. Kita harus mengalahkan virus ini bersama-sama. Pilihan yang kita buat hari ini akan menentukan masa depan kita dan masa depan generasi berikutnya. Kami tidak bisa membiarkan mereka jatuh," tambahnya.
Negara Sindhu, India diketahui menjadi salah satu yang paling terdampak pandemi virus Corona. Kasus Covid-19 di India telah mencapai 8,2 juta di mana angka kematian sudah menembus 123 ribu jiwa.
Berita Terkait
-
Tes Cepat, Pelatih Cabang Olahraga Bulutangkis Sulsel Reaktif
-
Bintang Bulutangkis Denmark Ini Rindu Bertanding dengan Wakil Indonesia
-
Doa Susy Susanti untuk Legenda Bulutangkis Indonesia Rudy Hartono
-
Terserang Stroke, Kondisi Legenda Bulutangkis Rudy Hartono Membaik
-
Sederet Legenda Bulutangkis Indonesia Usung Moeldoko Jadi Ketum PBSI
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Mario Aji Jatuh di Dua Lap Terakhir, Gagal Finis di Moto2 GP Amerika 2026
-
Gagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 Amerika Serikat 2026
-
Marco Bezzecchi Juarai MotoGP Amerika Serikat 2026, Marc Marquez Kelima
-
PB ORADO Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan di Bandung
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia