Suara.com - Lifter putra Indonesia Rizky Juniansyah berhasil menyabet tiga medali emas pada ajang Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual 2020 di Lima, Peru, Minggu (15/11/2020).
Rizky yang tampil di kelas 73 kg meraih tiga medali emas setelah membukukan angkatan seberat 325 kg dengan rincian snatch 145 dan clean and jerk 180 kg, sebagaimana dilansir Antara.
Selain menyabet tiga medali emas, lifter berusia 16 tahun ini juga meraih capaian lain.
Rizky berhasil melampaui tiga rekor dunia remaja atas namanya sendiri yang diraihnya di Kejuaraan Dunia Junior dan Remaja 2020 di Uzbekistan Februari lalu.
Rekor dunia remaja yang berhasil dipecahkan oleh Rizky, yaitu angkatan snatch dari 139 kg menjadi 145 kg, clean and jerk seberat 180 kg atau melampaui standar rekor dunia remaja, yakni 171kg, dan total angkatan dari 307 kg menjadi 325 kg.
Pada pertandingan yang pertama kalo dilangsungkan secara online itu, Rizky Juniansyah sukses membuka angkatan pertama snatch seberat 140 kg, dan berhasil menaikkan angkatannya menjadi 145 kg pada kesempatan keduanya.
Sayangnya, Rizky gagal saat mencoba menambah beban angkatannya menjadi 150 kg pada percobaan ketiga.
Pada angkatan clean and jerk, Rizky Juniansyah yang sudah unggul sejak awal itu mulus mengangkat beban seberat 175 kg pada angkatan pertama.
Pada angkatan kedua, Rizky menaikan beban angkatan seberat 5 kg menjadi 180 kg dan berhasil.
Baca Juga: Terpaksa Coret Deni dari Pelatnas, Alamsyah: Tak Bisa Ditoleransi Lagi
Namun, ia lagi-lagi harus gagal pada percobaan ketiga saat menaikkan beban angkatannya menjadi 185 kg.
Meski demikian, Rizky akhirnya berhasil meraih emas untuk ketiga kategori angkatan.
Sementara medali perak untuk kelas 73 kg diraih lifter Lativia Vlads Prokofjevs dengan total angkatan seberat 288 kg (snatch 128 kg, clean and jerk 160 kg), sedangkan perunggu diraih lifter Kanada Shad Darsigny dengan total angkatan 283 kg (snatch 125 kg, clean and jerk 158 kg).
Atas prestasi tersebut, Rizky mengatakan keberhasilan itu diraih berkat jerih payahnya menjalani latihan keras selama ini.
"Saya cukup puas dengan hasil ini. Tapi, saya tidak akan larut dalam kemenangan, karena saya juga belum puas dengan angkatan yang saya raih, terutama di angkatan clean and jerk, target saya harus tembus 185 kg," kata Rizky.
Sementara itu, Pelatih Kepala Tim Angkat Besi Indonesia, Dirja Wihardja mengaku bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak asuhnya itu. Ia mengatakan angkatan Rizky pada kejuaraan online itu sudah selevel dengan angkatan senior.
"Tinggal ke depannya kita poles lagi dengan penguatan otot pinggang agar benar-benar siap. Ya, pondasinya harus diperbaiki lagi,” ujar Dirdja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Fokus dan Kendalikan Euforia, Putri KW Siap Hadapi All England
-
Gloria Emanuelle Widjaja Petik Pelajaran usai Terhenti di Semifinal German Open 2026
-
Terhenti di Semifinal German Open 2026, Tiwi/Fadia Siap Bangkit di All England
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal
-
Waspadai Wakil China, Tiwi/Fadia Tekad Kurangi Error di Semifinal German Open 2026
-
Lolos ke Semifinal, Gloria Emanuelle Widjaja Bertekad Akhiri Kutukan Runner-up di German Open 2026
-
Proses Bangun Chemistry Berlanjut, Apriyani/Lanny Petik Pelajaran Berharga di German Open 2026
-
Marco Bezzecchi Jadi yang Tercepat di FP1 MotoGP Thailand 2026
-
DPR Bereaksi! Kawal Kasus Pelecehan Atlet Panjat Tebing dan Dukung Langkah Kemenpora