Suara.com - Hengkangnya Maverick Vinales dari tim pabrikan Yamaha akhir musim ini rupanya membuat kursi yang ditinggalkan pria Spanyol tersebut memanas.
Sederet nama pun dihubung-hubungkan dengan kursi kosong tersebut, salah satunya adalah Andrea Dovizioso.
Dilansir dari GP One, eks pembalap Ducati ini Dovi sebelumnysa sedang mempertimbangkan apakah akan menjadi pembalap uji penuh waktu untuk Aprilia atau tidak. Namun adanya slot di pabrikan M1 tersebut mengubah segalanya.
Andrea yang hampir setahun menghabiskan waktu di motocross, ingin kembali ke MotoGP, tetapi dia ingin melakukannya dengan caranya sendiri, yaitu dengan proyek yang memungkinkan dia menjadi pemenang.
Pria asal Forlì tersebut kini telah berusia 35 tahun, jadi tidak ada banyak musim di depannya, dan memulai proyek Aprilia sebagai pembalap tidak sepenuhnya membuat ia yakin.
Meskipun RS-GP (motor balap Aprilia) membaik, belum tentu tunggangan tunggangan ini mampu menjadi motor untuk membidik puncak.
Di tangan Dovi proyek ini tentu akan mengalami percepatan, tapi itu masih akan memakan waktu. Di sisi lain, di Yamaha, Andrea akan menemukan motor yang 'siap'.
Namun, tidak semua yang berkilau itu adalah emas, seperti biasa, karena dia akan menemukan dirinya di jalur persaingan ketat dengan Quartararo di garasi yang sama.
Ini akan menjadi tantangan besar bagi Dovizioso, tetapi bagaimanapun juga, jika dia benar-benar ingin kembali ke MotoGP dengan proyek kemenangan, ini adalah satu-satunya jalan ke depan.
Baca Juga: Kian Moncer di MotoGP, Ini Dua Kunci KTM Menjelma Menjadi Tim Unggulan
Adapun untuk urusan gaji, pria Italia ini selalu menyatakan bahwa dia tidak begitu tertarik pada aspek ekonomi tetapi, dengan syarat adanya jaminan teknis yang akan ditawarkan oleh pabrikan Iwata kepadanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi Jadi Unggulan di Libema Open 2026
-
Tak Menyangka Juara Indonesia Open, Victor Lai: Rasanya Masih Bermimpi
-
Fukushima/Matsumoto Terpukau Dukungan Penonton Istora Usai Juara Indonesia Open 2026
-
An Se-young: Saya Tidak Mau Kalah, Hanya Ingin Menang
-
Raymond/Joaquin Petik Pelajaran Berharga Usai Gagal Juara Indonesia Open 2026
-
Kimi Antonelli Juara GP Monaco 2026, Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen F1
-
Putra Tri Ramadani Ukir Sejarah, Jadi Atlet Indonesia Pertama Juara Lead di World Climbing Series
-
Bandung Arena Membara! Satria Muda Sukses Balas Dendam, Bekuk Bogor Hornbills demi Samakan Kedudukan
-
Drama Balas Dendam dan Kejutan Besar Warnai Pembukaan Campus League The Nationals 2026
-
Raymond/Joaquin Dijegal Ganda Malaysia, Tuan Rumah Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026