Suara.com - Pebalap tuan rumah Lewis Hamilton menjuarai F1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada Minggu (18/7/2021), meskipun mendapat penalti karena menyebabkan rival utamanya Max Verstappen mengalami kecelakaan pada lap pembuka.
Hamilton yang menjadi biang keladi kecelakaan Verstappen menang di Silverstone untuk kedelapan kali setelah mengalahkan pebalap Ferrari Charles Leclerc lewat manuver larut dua putaran menjelang finis.
Leclerc harus puas finis runner-up setelah memimpin sebagian besar lomba dengan 3,871 detik di belakang sang juara dunia tujuh kali. Sedangkan Valtteri Bottas membawa mobil Mercedes kedua ke podium pada peringkat tiga, demikian laman resmi Formula 1.
"Ini balapan yang sulit secara fisik," kata Hamilton setelah meraih kemenangan ke-99 dalam kariernya seperti dilansir Antara. "Saya sangat bersyukur kepada penggemar, bagi saya mimpi melakukan ini di depan kalian semua."
"Upaya yang luar biasa dari tim. Saya telah mengerahkan segalanya, semua pekan, kembali ke pabrikan, berusaha menemukan performa.
"Kerjasama tim yang baik juga dengan Valtteri.... Max, dia sangat agresif. Terlepas apakah saya sepakat dengan penalti ini, saya terus saja bekerja."
Pemuncak klasemen sementara Verstappen yang start dari pole, mengakhiri perjuangannya lebih dini setelah mengalami kecelakaan pada lap pertama menyusul insiden senggolan dengan Hamilton di tikungan Copse yang merupakian salah satu tikungan tercepat dalam kalender lomba.
Balapan dihentikan sementara dan start ulang setelah kondisi trek dinyatakan aman.
Sejak restart, Leclerc memimpin lomba dan menahan Hamilton di belakangnya, namun setelah lap 15 sang pebalap Ferrari mengalami masalah pada mesinnya.
Baca Juga: Lewis Hamilton Terkena Penalti 10 Detik di F1 GP Inggris
"Mesinnya berhenti, lalu hidup lagi, apa yang terjadi?" kata Leclerc lewat radio, yang mendapati Hamilton memangkas jaraknya kurang dari satu detik.
Pada saat kru tim Ferrari menyelesaikan masalah engine mapping sang pebalap Monako, ban depan Hamilton melepuh yang cukup mempengaruhi kecepatannya.
Hamilton diganjar penalti 10 detik karena insiden Verstappen dan menjalani hukuman itu ketika pitstop pada lap ke-28.
Mercedes memutuskan melakukan team order dengan memerintahkan Bottas yang saat itu berada di P2 agar memberi jalan Hamilton guna memberi tekanan kepada Charles Leclerc yang memimpin lomba dengan jarak delapan detik dengan 12 lap tersisa.
Mengetahui Hamilton memangkas jarak, Leclerc mendapat lampu hijau dari engineernya untuk tampil menekan hingga akhir lomba.
Hamilton berada dalam jarak serang DRS dalam empat lap terakhir dan harapan Leclerc mengamankan kemenangan pertamanya sekaligus bagi Ferrari musim ini pupus setelah pebalap Inggris itu melewatinya dua lap menjelang finis di Copse, tempat terjadinya insiden dengan Verstappen.
Berita Terkait
-
Gara-Gara Ban, Verstappen Kehilangan Kemenangan di Balapan NLS2 Nurburgring
-
Gagal Finish di GP China 2026, Max Verstappen: Saya dan Tim Frustrasi!
-
Juara Dunia 7 Kali Kembali! Sir Lewis Hamilton Podium Bersama Ferrari
-
4 Juara Dunia F1 Belum Cukup, Max Verstappen Incar Nurburgring 24 Jam
-
F1 GP Australia 2026: Duo Mercedes Raih Podium usai Duel dengan Ferrari
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya