Sport / Arena
Senin, 11 Mei 2026 | 12:34 WIB
Suasana Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (10/5/2026). (Dok: Sarga.co)

Suara.com - Pacuan Kuda di Indonesia adalah perpaduan kompetisi olahraga, nilai budaya, dan hiburan modern. Hal itu menjadi semangat bersama SARGA.CO, PP PORDASI, dan Pura Mangkunegaran melalui penyelenggaraan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 hari ini.

Sebanyak kurang lebih 30.000 pengunjung memadati Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menyaksikan event yang tidak saja menyajikan pertarungan 147 kuda pacu terbaik Indonesia, tapi juga menjadi wadah untuk merayakan budaya Jawa dan keriaan menikmati es krim gratis.  

Kuda Princess Gavi dari Jawa Barat keluar menjadi pemenang gelaran perdana Piala Raja Mangkunegaran setelah memenangkan Kelas Terbuka Handicap 2.000 meter, sementara Saga Serumpun dari Sumatera Barat memupus harapan terciptanya sejarah baru back to back Triple Crown Indonesia, setelah memenangkan Kelas 3 Tahun Derby 1.600 Meter, mengalahkan Maxi of Khalim dari Jawa Barat sang pemenang Triple Crown Serie I. 

Sebanyak 54 kuda naik podium dan memenangkan total hadiah Rp600 juta di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2. BHM Stable dari Kalimantan Selatan menjadi stable dengan posisi podium terbanyak yaitu sebanyak 7, disusul King Halim Stable dari Jawa Barat sebanyak 6 podium, dan Eclipse Stable sebanyak 5 podium. Sementara Jemmy Runtu, Meikel Soleran, dan Trully Pantouw menjadi joki dengan perolehan podium terbanyak masing-masing sebanyak 4 podium.

Managing Director SARGA GROUP Nugdha Achadie mengatakan, “Melalui IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 ini, kami ingin menghadirkan pacuan kuda sebagai sebuah sportainment experience yang memadukan kompetisi olahraga, nilai budaya, dan hiburan modern. Kami berharap event hari ini dapat menambah daya tarik olahraga dan budaya berkuda kepada generasi dan audiens yang lebih luas.”

Sementara itu, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro X mengatakan, “Piala Mangkunegaran adalah bentuk kepercayaan untuk menjaga dan merayakan olahraga berkuda di Indonesia sebagai bagian dari kekayaan bangsa. Kami bercita-cita bahwa Piala Mangkunegaran bisa terus berkembang, menjadi ruang pertemuan antara budaya, prestasi, wisata, dan para generasi muda Indonesia, sebuah wadah yang semakin luas untuk berkuda di Indonesia, dan arena tempat generasi baru pertama kali merasakan keindahan olahraga ini.”

Ketua Umum PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo menyatakan kebanggaannya telah melahirkan semakin banyak Piala Raja.

“Setelah Piala Raja Hamengku Buwono yang digelar setiap tahun, hari ini secara perdana kita bisa menyelenggarakan Piala Raja Mangkunegaran dalam rangka Adeging Mangkunegaran ke-269. Hal ini sesuai dengan program PP PORDASI untuk memperbanyak Piala Raja, sehingga dapat menambah gengsi dan perayaan budaya dalam pacuan kuda,” katanya.

Piala Raja Mangkunegaran menjadi seri pertama dari King’s Cup Series atau Seri Piala Raja dalam rangkaian IHR 2026 yang akan terdiri dari tiga Piala Raja. IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 diikuti oleh 147 kuda dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara.

Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 didukung oleh Arsari Tambang, Bank Mandiri, Japfa, Fortis, Pertamina, Aquviva, Top Coffee, Daum Crystal from Elite Grahacipta, dan Blue Blood Stable. ***

Load More