Suara.com - Pacuan Kuda di Indonesia adalah perpaduan kompetisi olahraga, nilai budaya, dan hiburan modern. Hal itu menjadi semangat bersama SARGA.CO, PP PORDASI, dan Pura Mangkunegaran melalui penyelenggaraan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 hari ini.
Sebanyak kurang lebih 30.000 pengunjung memadati Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menyaksikan event yang tidak saja menyajikan pertarungan 147 kuda pacu terbaik Indonesia, tapi juga menjadi wadah untuk merayakan budaya Jawa dan keriaan menikmati es krim gratis.
Kuda Princess Gavi dari Jawa Barat keluar menjadi pemenang gelaran perdana Piala Raja Mangkunegaran setelah memenangkan Kelas Terbuka Handicap 2.000 meter, sementara Saga Serumpun dari Sumatera Barat memupus harapan terciptanya sejarah baru back to back Triple Crown Indonesia, setelah memenangkan Kelas 3 Tahun Derby 1.600 Meter, mengalahkan Maxi of Khalim dari Jawa Barat sang pemenang Triple Crown Serie I.
Sebanyak 54 kuda naik podium dan memenangkan total hadiah Rp600 juta di IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2. BHM Stable dari Kalimantan Selatan menjadi stable dengan posisi podium terbanyak yaitu sebanyak 7, disusul King Halim Stable dari Jawa Barat sebanyak 6 podium, dan Eclipse Stable sebanyak 5 podium. Sementara Jemmy Runtu, Meikel Soleran, dan Trully Pantouw menjadi joki dengan perolehan podium terbanyak masing-masing sebanyak 4 podium.
Managing Director SARGA GROUP Nugdha Achadie mengatakan, “Melalui IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 ini, kami ingin menghadirkan pacuan kuda sebagai sebuah sportainment experience yang memadukan kompetisi olahraga, nilai budaya, dan hiburan modern. Kami berharap event hari ini dapat menambah daya tarik olahraga dan budaya berkuda kepada generasi dan audiens yang lebih luas.”
Sementara itu, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro X mengatakan, “Piala Mangkunegaran adalah bentuk kepercayaan untuk menjaga dan merayakan olahraga berkuda di Indonesia sebagai bagian dari kekayaan bangsa. Kami bercita-cita bahwa Piala Mangkunegaran bisa terus berkembang, menjadi ruang pertemuan antara budaya, prestasi, wisata, dan para generasi muda Indonesia, sebuah wadah yang semakin luas untuk berkuda di Indonesia, dan arena tempat generasi baru pertama kali merasakan keindahan olahraga ini.”
Ketua Umum PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo menyatakan kebanggaannya telah melahirkan semakin banyak Piala Raja.
“Setelah Piala Raja Hamengku Buwono yang digelar setiap tahun, hari ini secara perdana kita bisa menyelenggarakan Piala Raja Mangkunegaran dalam rangka Adeging Mangkunegaran ke-269. Hal ini sesuai dengan program PP PORDASI untuk memperbanyak Piala Raja, sehingga dapat menambah gengsi dan perayaan budaya dalam pacuan kuda,” katanya.
Piala Raja Mangkunegaran menjadi seri pertama dari King’s Cup Series atau Seri Piala Raja dalam rangkaian IHR 2026 yang akan terdiri dari tiga Piala Raja. IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 diikuti oleh 147 kuda dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara.
Baca Juga: UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 didukung oleh Arsari Tambang, Bank Mandiri, Japfa, Fortis, Pertamina, Aquviva, Top Coffee, Daum Crystal from Elite Grahacipta, dan Blue Blood Stable. ***
Berita Terkait
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara
-
UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air
-
Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Gebrakan PBSI: Apriyani Rahayu Resmi Pindah ke Ganda Campuran, Siap Duet Bareng Dejan Ferdinansyah
-
Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif
-
Anggaran Multiyears Pelatnas Disetujui, PBSI Fokus Perkuat Sport Science dan Regenerasi
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Angin Segar untuk Atlet: NPC Indonesia Sambut Baik Kebijakan Anggaran Multiyears
-
Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos ke Asian Games 2026 usai Finis Runner-up Kualifikasi
-
Kalah dari Pelita Jaya, Pelatih Bogor Hornbills Soroti Petaka 2 Menit Akhir
-
Duel Ketat Tiga Set, Aldila Sutjiadi/Janice Tjen Terhenti di Semifinal Nottingham Open 2026
-
Sebut Sirkuit Brno Mirip Assen, Pecco Bagnaia Optimistis Hadapi MotoGP Ceko