Suara.com - Lifter asal Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, meraih medali perunggu di cabor angkat besi kelas 73 kg Olimpiade Tokyo 2020 pada Rabu (28/7/2021). Rahmat sendiri punya perjuangan panjang sebelum berhasil meraih medali di ajang Olimpiade Tokyo 2020.
Kisah perjuangan Rahmat Erwin Abdullah tersebut pernah dicertiakan oleh sang ibu, Ami AB. Atlet asal Sulawesi Selatan itu sempat mengalami minimnya perhatian pemerintah daerah dan punya masalah materi.
Menurut ibundanya, Rahmat Erwin dulu latihan di Stadion Mattoanging, itu pun dengan peralatan seadanya.
Parahnya, stadion tersebut dibongkar dan saat ini rata dengan tanah. Alhasil, Rahmat tidak memiliki tempat untuk latihan dan ibunya terpaksa membongkar rumah agar anaknya itu bisa berlatih.
"Padahal angkat besi itu tidak seperti cabang olahraga lain. Harus kontinyu dan fokus. Tidak ada libur, apalagi jadwalnya padat. Angkat besi itu intens," ujar Ami saat dihubungi, Jumat 9 Juli 2021 seperti yang dimuat di Suarasulsel.id.
Pemprov Sulsel dan KONI, kata Ami, sudah menjanjikan fasilitas latihan sejak tahun 2019. Namun, hasilnya nihil. Padahal segala macam administrasi, proposal, dan lainnya sudah disiapkan.
Sebelum berangkat ke Olimpiade Tokyo, tepatnya pada 21 Februari lalu, Rahmat kembali dijanjikan tempat latihan. Namun, Rahmat memilih untuk berlatih di Jakarta.
"Kita gak ada solusi untuk alat latihan, kita pernah dijanjikan. Sekarang ada kita sudah tidak mau, ada juga kita mau taruh dimana," keluhnya.
Kendati demikian, masalah yang ada itu tidak menghalangi Rahmat untuk terus bertanding dan berusaha mengharumkan nama Sulsel serta Indonesia.
Baca Juga: 5 Pesona Andin Wijaya, Presenter yang Bawakan Acara Olimpiade Tokyo 2020
Perjuangan panjang Rahmat akhirnya dibayar manis saat dia meraih medali perunggu di angkat besi kelas 73kg OlimpiadeTokyo. Rahmat berhak atas perunggu lewat total angkatan 342kg, dengan snatch 152kg serta clean and jerk 190kg.
Sementara itu, medali emas jadi milik lifter China, Shin Zhiyong dengan total angkatan 364kg (snatch 166kg serta clean and jerk 198kg), yang sekaligus merupakan rekor baru dunia kelas 73kg putra.
Sedangkan medali perak diraih lifter Venezuela, Mayora Pernia Julio Ruben dengan total angkatan 346kg (snatch 156kg serta clean and jerk 190kg).
Medali yang diraih Rahmat menjadi medali ketiga dari cabor angkat besi sekaligus kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Sebelumnya lifter Windy Cantika juga menyumbangkan medali perunggu di kelas 49kg, sedangkan Eko Yuli Irawan meraih perak di kelas 61kg.
Tag
Berita Terkait
-
Debut Olimpiade Berbuah Perunggu, Lifter Rahmat: Ini Berkat Bapak
-
Kejutan Manis Rahmat Erwin Abdullah di Olimpiade Tokyo, Tuntaskan Mimpi Sang Ayah
-
Lagi-lagi Dari Cabang Angkat Besi, Erwin Sumbangkan Medali Perunggu
-
Merah Putih Berkibar Lagi di Olimpiade Tokyo, Indonesia Tambah Perunggu dari Angkat Besi
-
Anak Makassar Dapat Perunggu di Olimpiade Tokyo, Pemprov Sulsel Beri Bonus Rumah dan Uang
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Leo/Bagas Evaluasi Kontrol Permainan
-
Orleans Masters 2026: Lolos ke Perempat Final, Rachel/Febi Optimis Bidik Gelar Juara
-
Orleans Masters 2026: Anthony Ginting Bersua Rival Lama di Babak 16 Besar
-
Hasil Undian Piala Thomas 2026, Indonesia Lawan Prancis dan Thailand di Fase Grup
-
Orleans Masters 2026: Amri/Nita Susul Dejan/Bernadine ke Babak 16 Besar
-
Arahan Presiden, Kemenpora Cairkan Bonus Sekaligus Tanggung Pajak Peraih Medali ASEAN Para Games